
Pelatih PSG, Luis Enrique. (Istimewa)
JawaPos.com - Luis Enrique memberikan pandangan menarik usai Paris Saint-Germain menyingkirkan Bayern Munchen dari Liga Champions. Alih-alih hanya membahas taktik atau performa timnya, pelatih PSG itu justru menyoroti momen sportivitas yang menurutnya jauh lebih penting daripada hasil pertandingan itu sendiri.
Setelah laga berakhir dan Bayern harus menerima kenyataan pahit tersingkir dari kompetisi, Enrique melihat sebuah momen yang sangat berkesan: Dayot Upamecano dan Ousmane Dembélé saling berpelukan.
Melansir Bavarian Football, bagi Enrique, pemandangan itu menunjukkan bahwa sepak bola seharusnya lebih dari sekadar menang atau kalah.
“Setelah kami bermain di Munich melawan tim hebat, saya melihat foto bagus Upamecano dan Ousmane Dembélé bersama, berpelukan setelah pertandingan.”
Ia menilai momen tersebut memberi pesan penting, terutama bagi generasi muda yang menjadikan sepak bola sebagai panutan.
Baca Juga:Cedera Lawan Persija Jakarta! Layvin Kurzawa Akhiri Musim Bersama Persib Bandung Lebih Cepat!
“Ini penting karena menunjukkan bahwa, dalam sepak bola, tidak ada pecundang sejati.”
Menurut Enrique, kekalahan adalah bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan, baik di lapangan maupun di luar sepak bola.
“Kekalahan adalah bagian normal dari kehidupan, dan penting untuk tahu bagaimana cara kalah.”
“Anda memberikan semua yang Anda miliki, 100%, dan kemudian Anda harus menerima hasilnya setelahnya.”
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022