
Pelatih Barcelona Hansi Flick. (Dok. Barcelona)
JawaPos.com - Barcelona akan menghadapi tuan rumah Atletico Madrid di leg pertama semifinal Copa del Rey. Laga yang bakal diprediksi sengit tersebut dimainkan di Stadion Riyadh Air Metropolitano, Jumat (13/2) pukul 03.00 WIB.
Melawan Atletico Madrid dianggap sebagai laga yang sulit bagi pelatih Barcelona, Hansi Flick. Apalagi timnya mengalami beberapa masalah, salah satunya cedera yang dialami Marcus Rashford akibat benturan di lutut kirinya saat laga kemenangan melawan Mallorca pada 7 Februari.
"Kami mengalami beberapa masalah. Rashford belum siap; dia mengalami cedera. Ini bukan kabar baik, tetapi saya percaya pada tim saya. Situasinya tidak mudah. Kami akan bermain melawan tim yang fantastis. Saya menonton pertandingan piala melawan Betis, dan itu sangat mengesankan. Cholo (Diego Simeone) melakukan pekerjaan yang hebat di Atlético. Saya sangat menghargai apa yang saya lihat. Pertandingan besok akan menjadi pertandingan yang sulit," ucap Hansi Flick saat jumpa pers yang dikutip dari Mundo Deportivo, Kamis (13/2).
Sementara itu, Raphinha juga mengalami masalah di otot pahanya yang kembali membuatnya absen di laga besok. Sebagai pelatih, Hansi Flick terus membantu pemainnya menjaga kondisi dan mendukungnya.
"Selangkah demi selangkah. Kita harus menjaganya. Dia pemain yang memberikan segalanya, dengan intensitas tinggi. Jika dia merasakan sesuatu, kita harus berhati-hati. Inilah situasinya. Saya tidak senang karena kita membutuhkannya, seperti Pedri, Gavi, Andreas, atau Marcus. Dia merasakan sensasi di otot-ototnya dan kita harus menjaga kondisi tubuhnya. Kita harus mendukungnya dan mengawasinya," jelas Hansi Flick tentang kondisi Raphinha.
Eks pelatih Timnas Jerman tersebut hanya fokus pada laga melawan Atletico Madrid meski ditanya persaingan dengan Real Madrid.
"Saya hanya fokus pada pertandingan ini. Saya tidak suka membicarakan Real Madrid. Itu bagus untuk Anda, tetapi saya tidak peduli. Jika kami bermain melawan mereka, fokus saya akan tertuju pada mereka. Atletico pantas dihormati. Mereka tim yang fantastis. Di level ini, bermain melawan lawan-lawan ini sungguh fantastis," kata Flick.
Media yang hadir dalam jumpa pers juga bertanya kepada pelatih 60 tahun tersebut tentang performa Lamine Yamal. Menurut Hansi Flick, pemainnya itu selalu menampilkan performa terbaik dalam sebuah pertandingan.
"Saya sangat senang dengan semua yang saya lihat darinya. Di lapangan, dia selalu mampu membalikkan keadaan pertandingan. Dia pemain hebat dan memiliki semua yang kita sukai dalam sepak bola: menggiring bola, kemampuan satu lawan satu... Dia sangat enak ditonton. Saya sangat senang dengan apa yang saya lihat. Dalam latihan, dia selalu ingin meningkatkan diri, dan itu hal yang bagus. Dia harus terus meningkatkan diri, dan dia bisa banyak berkembang di tahun-tahun mendatang," pungkas Hansi Flick.

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Profil Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra yang Konsisten Mengkritik Program MBG
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
