Pemain Real Madrid, Franco Mastantuono. (Istimewa)
JawaPos.com - Tahun 2025 bisa dibilang jadi periode yang cukup berat bagi Franco Mastantuono. Beberapa bulan lalu, semuanya tampak berjalan sempurna untuk gelandang serang berusia 18 tahun ini.
Ia bersinar bersama River Plate, menembus tim nasional Argentina, lalu menutupnya dengan transfer besar ke Real Madrid pada bursa musim panas.
Kepercayaan Los Blancos kepada Mastantuono jelas tidak main-main. Dana sebesar €63,5 juta (termasuk bonus) digelontorkan untuk memboyongnya ke Santiago Bernabéu, angka yang membuatnya tercatat sebagai penjualan termahal dalam sejarah River Plate. Ekspektasi pun langsung melambung tinggi.
Di awal kedatangannya, Mastantuono sempat menjawab harapan tersebut. Ia dengan cepat merebut posisi inti di sayap kanan di bawah asuhan Xabi Alonso.
Namun, seiring berjalannya waktu, grafik performanya menurun. Masalah kebugaran membuat menit bermainnya berkurang drastis, dan kini ia lebih sering memulai laga dari bangku cadangan. Mengembalikan Mastantuono ke kondisi fisik terbaik menjadi prioritas utama Real Madrid.
Melansir Diario AS, pemulihan kebugaran sang pemain masuk dalam rencana penting klub saat ini. Meski performanya menurun, keyakinan Madrid terhadap bakat dan potensi Mastantuono tetap utuh. Tidak ada keraguan soal kualitasnya.
Real Madrid juga belajar dari pengalaman. Dalam beberapa musim terakhir, hampir tak ada pemain muda yang langsung mulus di musim pertamanya.
Kasus Vinicius Jr., Arda Guler, hingga Endrick menjadi bukti bahwa proses adaptasi butuh waktu. Karena itu, investasi terhadap Mastantuono tetap dipandang sebagai proyek jangka panjang.
Masalah pubalgia yang sempat lama mengganggunya memang sudah dinyatakan pulih. Namun, ada anggapan bahwa kondisi fisiknya belum sepenuhnya kembali ke level optimal.
Inilah fokus utama klub: membantu Mastantuono mencapai kebugaran 100 persen agar ia bisa kembali tampil lepas dan eksplosif.
Di sisi lain, tanggung jawab besar juga berada di pundak sang pemain. Selain penurunan performa, sikap Mastantuono sempat menjadi sorotan.
Momen berdebat dengan David Alaba soal tendangan bebas, serta reaksinya yang terlihat frustrasi saat ditarik keluar melawan Espanyol, menjadi catatan tersendiri.
Persaingan di sektor sayap kanan pun kian ketat. Rodrygo kembali menemukan ritmenya, sementara Arda Guler dan Brahim Diaz siap memanfaatkan peluang.
Belum lagi rencana Real Madrid untuk memulangkan Nico Paz musim panas mendatang, yang otomatis akan menambah daftar pesaing.

Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Donald Trump Terjebak! Perang Iran Seret Presiden AS ke Krisis Politik dan Militer
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Profil Santyka Fauziah, Kekasih Sule yang Didoakan Nathalie Holscher Segera Menikah
Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
