Keberadaan Arda Guler menimbulkan kecemburuan pemain lain Real Madrid. (Instagram/@realmadrid)
JawaPos.com - Ketegangan di ruang ganti Real Madrid tampaknya makin memanas. Kali ini, sorotan tertuju pada Arda Guler, yang disebut tidak menjalin komunikasi dengan lima rekan setimnya.
Pemain muda asal Turki itu tampil cemerlang musim ini dan menjadi salah satu sosok yang paling diuntungkan sejak kedatangan Xabi Alonso. Namun, performa impresifnya justru memicu kecemburuan dan ketegangan dengan beberapa pemain bintang lain.
Melansir El Nacional, Arda disebut tahu bahwa ada sejumlah pemain yang mengadu kepada Xabi Alonso mengenai jumlah menit bermain yang ia dapatkan. Sejak kepergian Carlo Ancelotti, pemain nomor 15 itu naik level drastis: dari sekadar pemain pelengkap menjadi starter reguler.
Alonso memang percaya penuh pada Guler. Sang pelatih menegaskan sejak awal bahwa Arda adalah bagian penting proyek tim—janji yang ditepati dengan menit bermain dan peran sentral yang ia dapatkan. Performa Guler pun konsisten dan memuaskan.
Namun, tidak semua rekan menyambut perkembangan ini dengan bahagia.
Dua pemain yang paling jelas terganggu oleh kebangkitan Guler adalah Brahim Díaz dan Rodrygo Goes.
Keduanya sebelumnya berbagi menit bermain di posisi sayap kanan di bawah Ancelotti. Situasi kini berubah total: mereka kehilangan tempat, sementara Guler melesat menjadi pilihan utama.
Menurut laporan dari Spanyol, baik Brahim maupun Rodrygo tidak segan menyampaikan ketidaksenangan mereka. Hubungan mereka dengan Guler pun memburuk, karena mereka melihatnya sebagai rival langsung, bukan rekan seperjuangan.
Situasi makin rumit ketika kabar dari Turki menyebut Arda Guler juga tidak memiliki hubungan dengan Jude Bellingham. Penyebabnya lebih teknis: mereka tidak cocok bermain bersama.
Guler dan Bellingham sama-sama lebih nyaman berperan sebagai gelandang serang. Ketika dimainkan bersamaan, pergerakan mereka saling tumpang tindih, mengganggu struktur tim.
Alonso belum menemukan formula untuk mengintegrasikan keduanya, dan kabarnya hal ini membuat Bellingham meminta agar Arda dicadangkan. Masalah ini bahkan disebut menimbulkan rasa “dikhianati” dari sisi pemain nomor 5 tersebut.
Nama Trent Alexander-Arnold juga ikut masuk dalam daftar. Bek kanan Inggris itu dikabarkan tidak cocok dengan Guler ketika keduanya berada di sisi lapangan yang sama.
Trent lebih memilih memihak Bellingham, rekan senegaranya, dan hal ini ikut menambah gesekan internal.
Sosok lain yang disebut menjauh dari Arda adalah Franco Mastantuono, salah satu talenta muda yang juga menempati posisi sayap kanan.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
