Logo JawaPos
Author avatar - Image
29 November 2025, 20.08 WIB

Hansi Flick Beri Saran untuk Lamine Yamal Usai Barcelona Didesak Melepasnya

Hansi Flick Beri Saran untuk Lamine Yamal Usai Barcelona Didesak Melepasnya - Image

Hansi Flick Beri Saran untuk Lamine Yamal Usai Barcelona Didesak Melepasnya

JawaPos.com - Lamine Yamal mungkin baru berusia 18 tahun, tetapi sorotan yang menghampirinya sudah selevel superstar dunia. Runner-up Ballon d’Or 2025 itu menjadi wajah masa depan Barcelona dan Spanyol, sekaligus simbol harapan besar yang dipikul klub Catalan di era baru. 

Namun, besarnya ekspektasi juga membuka pintu untuk kritik bahkan dari sosok yang pernah membela Barça sekalipun.

Melansir SPORT, Toni Freixa, mantan direktur Barcelona, tak ragu mengomentari ketenaran Yamal. Ia menegaskan bahwa pemuda sebrilian apa pun tidak boleh terlena oleh sanjungan.

"Seandainya Lamine anak saya, saya akan bilang dia tidak sehebat yang mereka katakan. Teruslah berlatih keras dan jangan percaya apa pun yang kamu dengar. Fokus saja pada sepak bola," ujarnya.

Freixa menambahkan bahwa jika suatu saat muncul masalah serius terkait Yamal, klub harus menghadapinya dengan tenang. Bahkan jika itu berarti mempertimbangkan opsi ekstrem.

"Jika Lamine memiliki masalah yang perlu diatasi, kami harus membantunya. Secara hipotesis, jika masalahnya sudah mencapai titik di mana masalah ini tidak bisa lagi diatasi, tidak masalah, Barça akan terus berlanjut [tanpanya],” tambahnya.

"Saya tidak menutup kemungkinan apa pun ketika memikirkan klub saya. Semua orang di klub ini hanya sementara; yang penting adalah Barça.”

Pernyataan itu jelas kontroversial. Tak banyak orang di Barcelona yang percaya bahwa menjual Yamal layak dipertimbangkan, mengingat betapa vital dan eksplosifnya sang remaja di lapangan. Ia terus memecahkan rekor dan diyakini akan membawa Barça kembali ke jalur kejayaan.

Ditekan Chelsea dan Diejek Setelah Laga, Flick Beri Respon Tenang

Pertengahan pekan lalu, Yamal mengalami salah satu malam tersulitnya. Dalam duel individual melawan Marc Cucurella, pemain muda itu kewalahan. Ia hanya mampu menghasilkan satu tembakan lemah dan akhirnya ditarik keluar pada menit ke-80 dalam kekalahan 3-0 dari Chelsea.

Cucurella tampil luar biasa dan menjadi salah satu bintang pertandingan, sementara kiper Chelsea, Robert Sánchez, tidak melewatkan kesempatan untuk ikut menyindir Yamal selepas laga. 

Namun Hansi Flick sebagai pelatih justru menunjukkan ketenangan yang kontras dengan hiruk-pikuk reaksi publik. Bagi Flick, tidak ada yang perlu dibesar-besarkan.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore