Manchester United kekurangan striker, Ruben Amorim buka peluang untuk U-21. (Dok. X/@ManUtd)
JawaPos.com – Ruben Amorim, pelatih utama Manchester United, menyatakan bahwa ia bersedia untuk melakukan perubahan pada sistem taktis yang diterapkannya. Ia menanggapi klaim yang menyebutkan bahwa ia masih terikat pada formasi 3-4-2-1 yang telah ia gunakan secara konsisten selama tahun pertamanya di Old Trafford.
Amorim telah meraih banyak prestasi dengan formasi tersebut, termasuk saat ia melatih Sporting CP. Meskipun demikian, penggunaan skema ini merupakan langkah yang signifikan dibandingkan dengan sistem 4-3-3, 4-2-3-1, dan 4-4-2, serta berbagai variasi lainnya yang telah diterapkan oleh klub selama tiga dekade terakhir.
Kritik mengenai ketidakmampuan Amorim untuk merubah formasi telah menjadi sorotan yang berulang, terutama setelah Manchester United mengalami kekalahan dari Everton pada Selasa (25/11). Kekalahan ini menjadi yang pertama bagi Setan Merah di Old Trafford melawan The Toffees dalam kurun waktu 12 tahun terakhir.
Ketika ditanya oleh DAZN Portugal mengenai rencananya untuk mengembalikan rotasi penyerang yang lebih dinamis, mirip dengan yang ia terapkan di Sporting, Amorim menjelaskan bahwa hal tersebut sebenarnya sudah dilakukan di Manchester.
"Kami (pernah) melakukannya saat melawan Liverpool, bukan dengan Bryan Mbeumo, tetapi (Matheus) Cunha. Itu adalah opsi yang kami miliki saat ini, semua orang, tidak hanya di liga Inggris tetapi juga di Portugal, ada variasi besar dalam segala sesuatunya terstruktur," ungkapnya dengan tegas.
"Kita mungkin menyebutnya 4-4-2, tetapi lima menit kemudian bisa berubah menjadi 4-3-3 atau 3-4-3. Oleh karena itu, saya bersedia melakukan apa saja yang bertentangan dengan pandangan banyak orang yang beranggapan bahwa saya terlalu terikat pada satu sistem (3-4-2-1)."
"Saya hanya memulai dengan fondasi dasar, tetapi jelas. Kami dapat menggunakannya di masa mendatang dan kami sudah memikirkannya dengan Bryan Mbeumo (bermain di tengah) karena dia sangat kuat dalam transisi (serangan balik)."
"Saya pikir (sayap) adalah posisi terbaik untuknya karena dia suka tersembunyi, dia tidak suka orang-orang (bek lawan) memperhatikannya. Dia bisa menyerang, lebih berbahaya di salah satu sisi sayap, baik kanan maupun kiri, daripada sebagai penyerang."
“Tapi itu adalah pilihan yang bagus. Oleh karena itu, saya bisa menggunakannya (skema tersebut) di masa depan seperti yang saya lakukan beberapa kali di Sporting,” tutupnya, menegaskan keinginannya untuk fleksibilitas taktis.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Trisha JKT48 Ingin “Ayo Senyumlah” Jadi Energi Positif di Tengah Situasi Sulit
Prediksi Skor Groningen vs PEC Zwolle di Liga Belanda: Trots van het Noorden Menang Tipis di Kandang
Prediksi Skor Arema FC vs Persik Kediri di Super League: Macan Putih Kembali Jinakkan Singo Edan!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor PSM vs Persita di Super League: Pendekar Cisadane Curi 3 Poin di B.J. Habibie
Prediksi Skor Everton vs Ipswich Town di Liga Inggris: The Toffees Kunci 3 Poin di Kandang
Prediksi Skor Espanyol vs Elche di Liga Spanyol: Los Franjiverdes Curi Poin di RCDE Stadium
Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Aston Villa di Liga Inggris: The Lilywhites Bakal Sulit Menang!
Prediksi Susunan Pemain Persebaya vs Garudayaksa FC: Risto Mitrevski Pantang Remehkan Tim Promosi
Prediksi Skor Lyon vs Rennes di Liga Prancis: Les Gones Garansi 3 Poin di Parc Olympique Lyonnais

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022