Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 18 November 2025 | 17.33 WIB

Perseteruan PSG vs Kylian Mbappe Semakin Memanas, Nilai Tuntutan Membengkak hingga Ratusan Juta Euro

Nasser Al-Khelaifi (presiden PSG) dan Kylian Mbappe. (Sky Sports)

 

JawaPos.com – Sengketa hukum antara Paris Saint-Germain dan Kylian Mbappe memanas pada Senin (17/11) waktu setempat, dengan kedua belah pihak mengajukan tuntutan finansial yang sangat besar.

Penyerang bintang asal Prancis tersebut dan mantan klubnya berselisih mengenai dugaan gaji yang belum dibayarkan, dan sengketa finansial tersebut telah diperiksa oleh pengadilan industrial di Paris, Prancis.

Mbappe, sebelumnya mengklaim bahwa ia meminta EUR 55 juta kepada sang juara bertahan Eropa ini. Ia kini menuntut lebih dari EUR 260 juta dari Les Parisiens, dengan alasan bahwa PSG berutang karena kontrak jangka tetapnya harus direklasifikasi menjadi permanen.

Hal semacam itu akan memicu munculnya kompensasi, berupa gaji, bonus, dan pesangon yang belum di bayar. Striker Real Madrid ini juga menuntut ganti rugi atas pelecehan moral dan pelanggaran kewajiban PSG atas itikad baik dan keselamatannya.

"Kylian Mbappe tidak menuntut apa pun di luar ketentuan hukum, ia hanya menuntut penegakan hak-hak hukumnya, sebagaimana yang akan dilakukan oleh karyawan mana pun," ujar penasihat sang pemain dalam sebuah pernyataan.

Sementara itu, PSG menuntut total EUR 440 juta dari sang striker, termasuk EUR 180 juta atas "hilangnya kesempatan" untuk menyelesaikan transfer, sejak kepergiannya sebagai agen bebas usai menolak tawaran EUR 300 juta dari klub Arab Saudi, Al Hilal, pada Juli 2023.

PSG mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka juga menuntut kompensasi atas pelanggaran itikad baik sang mega bintang Timnas Prancis itu dalam negosiasi dan pelaksanaan kontrak, serta kerusakan reputasi dan citra klub.

Les Parisiens menganggap ketika Mbappe menepi sebelum musim 2023/2024, menyusul keputusannya untuk tidak memperpanjang kontrak, terdapat kesepakatan lisan yang menyatakan bahwa ia memilih untuk melepaskan bonus agar dapat kembali ke tim utama.

"Di hadapan pengadilan, klub (PSG) telah mengajukan bukti yang menunjukkan bahwa pemain (Mbappe) bertindak tidak loyal dengan menyembunyikan keputusan untuk tidak memperpanjang kontrak selama hampir 11 bulan, antara Juli 2022 dan Juni 2023,” demikian pernyataan tim ibu kota Prancis itu.

“Sehingga keputusan tersebut menghilangkan kemungkinan klub untuk mengatur transfer. Pemain (Mbappe) kemudian menggugat kesepakatan yang disepakati dengan klub (PSG), yang mengatur pengurangan gaji jika ia memutuskan pergi dengan status bebas transfer, demi menjaga stabilitas keuangan klub setelah investasi luar biasa yang telah dilakukan."

Keputusan pengadilan ini diperkirakan akan keluar sekitar bulan depan. Perlu dinantikan bagaimana hasil final dari perselisihan yang sempat menggempatkan dunia sepak bola beberapa tahun lalu, dan belum berakhir hingga saat ini.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore