Debut memukau Luciano Spalletti bersama Juventus. (Dok X Juventus FC)
JawaPos.com – Luciano Spalletti berhasil meraih kemenangan perdana dalam debutnya bersama Juventus. Pada laga yang berlangsung di Stadio Giovanni Zini, timnya menundukkan Cremonese dengan skor 2-1 pada Minggu (2/11). Gol-gol dari Filip Kostic dan Andrea Cambiaso menjadi penentu kemenangan Bianconeri.
Perubahan besar terjadi di tubuh Juventus setelah pemecatan Igor Tudor awal pekan lalu. Spalletti, yang baru ditunjuk pada Kamis (30/10), langsung menghadapi tantangan besar dengan hanya memiliki waktu 48 jam untuk mempersiapkan tim. Meski begitu, ia harus menghadapi kenyataan pahit karena kehilangan beberapa pemain kunci, seperti Kenan Yildiz, Lloyd Kelly, dan Gleison Bremer, yang sedang mengalami cedera.
Dengan hanya satu sesi latihan, mantan pelatih tim nasional Italia ini melakukan perubahan taktik yang mengejutkan. Ia menempatkan Teun Koopmeiners di posisi bek tengah dalam formasi tiga bek, berfungsi sebagai playmaker yang beroperasi dari belakang. Spalletti tetap mempertahankan formasi 3-5-2 yang menjadi ciri khasnya.
Keberhasilan Juventus mencetak gol pertama datang dengan sangat cepat, hanya 85 detik setelah pertandingan dimulai. Lois Openda melakukan sontekan tumit yang memantul dari Jari Vandeputte, dan Kostic dengan sigap menyambut bola tersebut sebelum mengarahkannya ke tiang jauh.
Setelah menunggu cukup lama, Juventus akhirnya menggandakan keunggulan mereka pada menit ke-68. Cambiaso melepaskan tembakan yang tampaknya mudah ditangkap kiper lawan, namun bola justru meluncur di bawahnya dan memantul dari mistar gawang, masuk ke dalam gawang.
Sayangnya, Juventus tidak dapat mempertahankan keunggulan tanpa kebobolan. Jamie Vardy berhasil memperkecil ketertinggalan dengan golnya tujuh menit menjelang akhir pertandingan, memanfaatkan umpan dari Dennis Torset Johnsen.
Dengan hasil 2-1 ini, Juventus memulai era baru di bawah arahan Spalletti, yang menunjukkan potensi kebangkitan tim. Sang pelatih menjelaskan bahwa perubahan taktik yang diterapkannya di laga perdana ini memberikan dampak positif.
"Setelah dua menit (pertandingan berjalan), semua orang bisa tahu di mana dia (Koopmeiners) bermain," ungkap Spalletti kepada Sky Sport Italia mengenai penempatan Koopmeiners yang berperan sebagai playmaker di lini belakang.
"Saya berharap dia bisa berada di posisi yang lebih berbahaya bagi pertahanan lawan, karena kami kesulitan mengalirkan bola dari sisi kanan ke kiri," lanjutnya.
“Tujuannya adalah agar (Khephren) Thuram sedikit lebih maju, sehingga Koopmeiners bisa masuk ke ruang di tengah, memberi kami keunggulan di lini tengah. Hal ini penting karena satu-satunya ancaman dari Cremonese adalah Vardy,” tambahnya.
"Saya melihat penampilan yang bagus dalam hal komunikasi dan fokus, karena Koopmeiners lebih berfungsi sebagai pemain bertahan, membantu organisasi dan menentukan arah serangan balik," tutup Spalletti, menyoroti pentingnya peran Koopmeiners dalam menghadapi ancaman dari Vardy, yang dikenal sebagai pencetak gol ulung.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Persebaya Surabaya Dilaporkan Capai Kesepakatan dengan Striker Asing, Punya Rekam Jejak di Indonesia!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
Pertemuan dengan Suporter, Fariz Julinar Tegaskan PSIS Semarang Siap Bangkit Musim Depan
4 Tempat Makan Siomay Paling Enak di Bandung, Jangan Skip karena Variannya Berlimpah dengan Siraman Bumbu Kacang yang Lezat
