Italia perkirakan akan ada lebih banyak demonstran daripada penonton melawan Israel di Kualifikasi Piala Dunia (sumber ESPN)
JawaPos.com - Pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2026 antara Italia dan Israel pekan depan diperkirakan akan berlangsung dalam suasana yang lebih panas di luar lapangan daripada di dalam stadion. Ribuan demonstran pro-Palestina diperkirakan akan turun ke jalan di Udine, tempat laga digelar, sementara jumlah penonton yang memegang tiket justru jauh lebih sedikit.
Menurut laporan dari Florence, pelatih Italia Gennaro Gattuso memperkirakan akan ada sekitar 10.000 demonstran di luar stadion, berbanding 5.000-6.000 penonton di dalamnya. Hingga Senin, hanya 4.000 tiket yang terjual untuk pertandingan di Stadio Friuli pada Selasa mendatang.
Demonstrasi ini merupakan bagian dari gelombang aksi nasional di Italia yang melibatkan jutaan orang untuk menentang perang di Gaza. Pekan lalu, pusat pelatihan Italia di Coverciano bahkan menjadi sasaran protes serupa, di mana para demonstran menuntut agar pertandingan dibatalkan.
“Suasananya tidak akan tenang,” ujar Gattuso dari markas latihan tim. “Akan ada 10.000 orang di luar stadion dan 5.000–6.000 di dalam stadion.”
Sementara itu, UEFA sempat mempertimbangkan kemungkinan menangguhkan Israel akibat perang yang sedang berlangsung, dan Wali Kota Udine, Alberto Felice De Toni, juga telah mengusulkan agar pertandingan ditunda. Namun, dengan posisi Italia yang masih berjuang keras untuk lolos ke Piala Dunia 2026, federasi sepak bola Italia menegaskan bahwa pertandingan harus tetap dimainkan.
“Kami harus memainkan pertandingan ini. Jika tidak, kami akan kalah 3-0,” kata Gattuso, mengutip peraturan resmi pertandingan yang dibatalkan. “Presiden Gravina sudah menjelaskan hal itu dengan sangat baik.”
Laga melawan Israel datang di tengah situasi politik dan emosional yang memanas, bertepatan dengan dua tahun serangan Hamas ke Israel pada 7 Oktober, yang memicu perang berkepanjangan di Gaza. Gattuso mengakui, kondisi ini menambah beban emosional di luar lapangan.
“Sungguh menyedihkan melihat apa yang terjadi pada orang-orang dan anak-anak yang tidak bersalah,” katanya lirih. “Ini menyakitkan hati.”
Pertemuan terakhir kedua tim juga diwarnai ketegangan. Italia menang dramatis 5-4 atas Israel bulan lalu di lapangan netral Hongaria, tempat Israel menggelar laga kandang karena alasan keamanan. Bentrokan kecil antar pemain terjadi selepas peluit akhir berbunyi.
Secara klasemen, Italia dan Israel sama-sama mengoleksi enam poin, tertinggal dari Norwegia di puncak grup. Hanya pemuncak klasemen yang akan lolos langsung ke turnamen di Amerika Utara, sementara peringkat kedua harus melalui babak playoff, fase yang sebelumnya menjadi mimpi buruk bagi Italia setelah gagal lolos ke Piala Dunia 2018 dan 2022.
Gattuso berharap dukungan publik masih bisa mereka rasakan, meskipun atmosfer di luar stadion akan berbeda.
“Kami sedang berjuang lolos ke Piala Dunia dan harus memberikan segalanya,” ujarnya. “Saya lebih suka bermain di kandang dengan antusiasme seperti di Bergamo sebulan lalu.”
Di sisi lain, Israel juga diperkirakan menghadapi gelombang protes serupa ketika bertandang ke Norwegia pada akhir pekan. Federasi Sepak Bola Norwegia bahkan telah berjanji untuk menyumbangkan hasil penjualan tiket pertandingan tersebut ke misi kemanusiaan di Gaza melalui Doctors Without Borders.
Italia sendiri pernah menghadapi Israel di Udine pada Nations League Oktober lalu, di bawah penjagaan ketat aparat. Pertandingan itu berjalan tanpa insiden besar meski sempat diwarnai demonstrasi pro-Palestina sebelum kick-off. Italia menang 4-1, kemenangan yang kini mungkin terasa jauh lebih berat untuk diulang, bukan karena lawannya, melainkan karena suasana di sekelilingnya.

11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
