Skuad tim Real Madrid. (Instagram @realmadrid)
JawaPos.com – Real Madrid kembali menegaskan sikapnya untuk tidak menghadiri upacara Ballon d’Or 2025 di Théâtre du Châtelet, Paris.
Keputusan ini memperlihatkan konsistensi klub dalam memprotes beberapa aspek penyelenggaraan penghargaan bergengsi tersebut.
Berikut 5 alasan utama yang melatarbelakangi ketidakhadiran institusional Los Blancos pada gala Ballon d’Or 2025, seperti dilansir dari laman Gazeta Express pada Selasa (23/9).
Real Madrid sejak tahun lalu menunjukkan ketidakpuasan terhadap mekanisme pemungutan suara Ballon d’Or. Klub menilai sistem yang digunakan tidak transparan dan berpotensi bias. Protes ini berlanjut pada tahun 2025 sebagai bentuk konsistensi sikap. Ketidakhadiran mereka merupakan pernyataan simbolis untuk mendorong perubahan sistem penilaian.
Agenda kompetisi yang padat menjadi faktor praktis lain di balik keputusan klub. Tim utama putra dijadwalkan bertanding melawan Levante di LaLiga pada hari yang sama dengan upacara. Kondisi ini menyulitkan para nominasi seperti Kylian Mbappé, Vinícius Jr., dan Jude Bellingham untuk hadir. Klub memilih memprioritaskan performa di lapangan ketimbang menghadiri acara penghargaan.
Meski klub menolak hadir secara resmi, Real Madrid tidak melarang pemainnya yang dinominasikan untuk berpartisipasi. Para bintang tetap diberi kebebasan menentukan sendiri apakah akan hadir atau tidak. Hal ini menciptakan kontras antara keputusan institusi dan hak individu. Caroline Weir dan Linda Caicedo dari tim wanita memanfaatkan kebebasan tersebut dengan rencana hadir di Paris.
Keputusan tahun ini sejalan dengan ketegasan klub pada 2024 ketika mereka juga menolak mengirim perwakilan. Dengan mengulang sikap yang sama, Real Madrid menunjukkan konsistensi sebagai institusi yang menjaga prinsipnya. Klub ingin menegaskan bahwa ketidaksetujuan mereka bukanlah reaksi sesaat. Langkah ini memperkuat citra klub sebagai organisasi yang berpegang pada pendiriannya.
Real Madrid menilai kehadiran resmi dalam upacara bukan prioritas dibandingkan target kompetitif. Persiapan menghadapi pertandingan liga dan turnamen Eropa dianggap lebih penting. Fokus ini bertujuan menjaga performa dan kebugaran pemain di tengah jadwal yang ketat. Dengan cara ini, klub memastikan energi sepenuhnya diarahkan pada pencapaian olahraga.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
