
Mbappe mendapatkan MVP usai membawa kemenangan bagi Real Madrid atas Marseille pada pertandingan Liga Champions di santiago Bernabeu, Rabu (17/9). (Dok. Real Madrid)
JawaPos.com - Malam penuh magis kembali tercipta di Santiago Bernabeu. Real Madrid memulai perjalanan mereka di Liga Champions musim ini dengan kemenangan 2-1 atas Olympique Marseille, Rabu (17/9) dini hari. Nama Kylian Mbappé kembali jadi pusat cerita.
Dikutip dari laman Real Madrid, dua golnya bukan hanya mengantarkan Los Blancos meraih tiga poin, tetapi juga mengukuhkan catatan pribadi dengan meraih 50 gol sebagai Madridista. Tak heran, striker timnas Prancis itu dinobatkan sebagai MVP laga.
"Senang bisa ada di sini dan mengalami malam Liga Champions lainnya. Ini sedikit sulit karena kami sempat bermain dengan 10 orang. Tapi kami membawa semangat Liga Champions ke Bernabéu. Di Bernabéu selalu begitu, apa pun yang terjadi, kami selalu percaya bisa menang. Hari ini kami menang dan sangat puas," ujar Mbappé.
Meski terus tampil gemilang dan mulai mendapat label sebagai sosok pemimpin di lapangan, Mbappé memilih merendah. Baginya, yang terpenting adalah kontribusi untuk tim.
"Saya merasa sangat baik. Saya tidak terlalu banyak memikirkan soal menjadi pemimpin, saya hanya berpikir untuk menjadi diri saya sendiri. Ada banyak pemain yang lebih muda dari saya dan saya berharap bisa membantu mereka menunjukkan yang terbaik. Saya ingin kami maju bersama di jalur yang sama untuk meraih trofi," lanjutnya.
Sosok pelatih Xabi Alonso juga mendapat sorotan. Melansir dari Real Madrid, menurut Mbappé, eks gelandang andalan Spanyol itu menuntut intensitas tinggi dari setiap pemain Madrid.
"Dia ingin kami segera merebut bola kembali. Kami harus memahami apa yang kami lakukan, lalu melakukannya dengan determinasi karena kami ingin menang. Komunikasi berjalan baik sehingga kami tahu apa yang harus dilakukan, dan kami melakukannya demi lambang ini," tegas pemain yang berusia 25 tahun tersebut.
Tak ketinggalan, Mbappé juga menyinggung soal aturan handball yang kembali jadi kontroversi. Ia sempat mencetak gol kedua dari titik putih, meski keputusan penalti memicu perdebatan.
"Masalah handball sangat rumit. Kadang mereka bilang semua akan diberi penalti, lalu tidak. Sulit menemukan logikanya. Kami hanya ikuti aturan yaitu kalau penalti ya penalti. Bagi saya itu pelanggaran, tapi saya paham ada yang bilang tidak. Semua orang bingung dengan aturan itu. Tapi kalau penalti diberikan, saya ambil dan saya cetak gol, selesai," jelasnya.
Kemudian, pemain bintang Real Madrid tersebut memiliki ambisi untuk terus berkontribusi bersama tim. Selain itu, ia akan terus menyumbangkan gol sebanyak-banyaknya di bawah asuhan Xabi Alonso.
"Sebanyak mungkin. Saya tidak memberi batasan untuk diri saya. Saya hanya ingin membantu tim: jika itu berarti mencetak gol, ya mencetak gol; kalau harus pressing, ya pressing; atau kalau harus memberi assist, ya assist. Saya ingin melakukan apa pun yang tim butuhkan," pungkasnya.
Bernabéu kembali saksi nyata dari lahirnya sebuah ambisi: Mbappé dan Real Madrid, melangkah seirama menuju trofi yang jadi identitas mereka yaitu Liga Champions.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
