
Emil Audero catat tujuh penyelamatan krusial saat Cremonese tahan imbang Verona 0-0. (ig uscremonese)
JawaPos.com-Cremonese pulang dengan satu poin berharga dari Stadio Marcantonio Bentegodi setelah menahan imbang Verona 0-0.
Emil Audero menjadi headline. Penjaga gawang asal Indonesia itu tampil luar biasa, menghalau gelombang serangan tuan rumah sejak awal hingga menit akhir.
Meski Cremonese gagal merebut puncak klasemen bersama Juventus dan Napoli, performa Audero menjadi alasan utama mengapa tim asuhan Davide Nicola tidak pulang dengan tangan hampa.
Verona sejatinya mendominasi hampir sepanjang laga. Giovane dan Gift Orban silih berganti menekan pertahanan tim tamu.
Pada menit ke-15, Giovane sudah memberi ancaman serius lewat sepakan jarak dekat. Namun Audero menutup sudut sempit dengan refleks sempurna.
Empat menit berselang, sang kiper kembali dipaksa bekerja keras ketika Giovane melepaskan tembakan yang hanya melebar tipis di sisi gawang.
Sorotan terbesar datang pada menit ke-34. Gift Orban menemukan ruang di sisi kiri dan melepaskan tembakan keras ke tiang jauh. Audero, dengan gerakan ala penjaga gawang hoki, menepis bola ke luar lapangan, penyelamatan yang membuat para pendukung tuan rumah terdiam.
Tak berhenti di situ, pada menit ke-42 kiper berusia 27 tahun ini kembali menggagalkan peluang emas. Kali ini Domagoj Bradaric sudah berhadapan satu lawan satu setelah menerima umpan cerdik Giovane. Audero cepat menutup ruang tembak dan kembali membuat frustrasi lini serang Verona.
Babak kedua pun menjadi panggung yang sama. Menit ke-60, Giovane meliuk melewati dua bek sebelum melepaskan sepakan mendatar, namun Audero dengan tenang menepisnya.
Selang beberapa detik, Gift Orban mencoba peruntungan dari luar kotak penalti dan kembali ditepis oleh tangan kokoh Audero.
Momen puncak hadir di masa tambahan waktu, ketika Amin Sarr memanfaatkan kesalahan bek Cremonese dan tinggal berhadapan dengan kiper. Sekali lagi, Audero sigap menutup arah tembakan dan memastikan gawangnya tetap steril.
Emil Audero pun dinobatkan sebagai pemain terbaik laga tersebut. Dengan setidaknya tujuh penyelamatan penting, eks penjaga gawang Sampdoria itu benar-benar menutup gembok gawang Cremonese.
“Provano a bucarlo da tutte le posizioni, ma lui risponde presente. (Mereka mencoba menembusnya dari segala sudut, namun ia selalu siap," tulis media Italia.
Cremonese mungkin gagal memuncaki klasemen, tetapi satu poin di kandang lawan sama berharganya berkat Audero. Di tengah sorakan besar atas debut Jamie Vardy di Serie A, sang kiper justru mencuri sorotan dengan ketenangan dan refleks luar biasa.
Malam di Bentegodi menjadi pengingat bahwa kadang satu pemain bisa menjadi perbedaan terbesar. Emil Audero adalah alasan utama skor tetap 0-0.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
