Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 3 September 2025 | 03.13 WIB

Kepergian Ederson Tandai Akhir Era Kiper Paling Berpengaruh di Sejarah Liga Inggris

Ederson. (Instagram @mancity)

JawaPos.com – Ederson resmi meninggalkan Inggris Premier League dan akan bergabung dengan klub asal Turki Fenerbahce setelah meninggalkan warisan penting dalam sejarah kompetisi.

Dilansir dari laman Sky Sports pada Selasa (2/9), Kehadirannya di Manchester City menjadikan peran kiper bukan sekadar penjaga gawang. 

Pep Guardiola memang arsitek perubahan, tetapi Ederson adalah fondasi utama yang mewujudkan ide-ide itu. Dengan ketenangannya, ia menata ulang persepsi terhadap kiper modern.

Meski ada kiper yang lebih baik secara teknis, Ederson tetap berbeda karena kontribusi uniknya. Statistik menunjukkan ia mencegah banyak gol, meski Alisson Becker disebut lebih unggul.

Namun, rekrutan Liverpool itu justru menjadi respons atas keberhasilan Ederson. Kehadiran Ederson membuka babak baru persaingan kiper Brasil di Liga Primer.

Guardiola sempat gagal menghadirkan Claudio Bravo sebagai kiper pengolah bola andalan. Bravo tidak mampu beradaptasi dengan ritme sepak bola Inggris. 

Ederson justru tampil dengan ketenangan luar biasa sejak awal kedatangannya. Itulah yang membuat City memiliki dasar kuat untuk mendominasi permainan.

Kemampuan distribusi bola Ederson lahir dari pengalaman futsal sejak kecil. Ia terbiasa bermain dalam tekanan sehingga tenang saat mengambil keputusan. 

Ketenangan itu terbawa ke lapangan besar, membuatnya percaya diri meski diserang lawan. Umpan-umpan presisi Ederson pun menjadi senjata strategis City.

Tidak hanya umpan pendek, Ederson mampu mengirimkan bola sejauh 70 yard dengan akurat. Guardiola terpesona sejak melihat aksinya di Benfica sebelum membawanya ke City. Dari situlah lahir dimensi baru dalam strategi membangun serangan. Ederson bahkan mencatat tujuh assist di Liga Primer, terbanyak bagi seorang kiper.

Bersama City, ia meraih enam gelar Liga Primer dan satu Liga Champions. Assist dan umpan panjangnya menjadi ciri khas permainan menyerang City. 

Pep Guardiola mengakui bahwa kehadiran Ederson membuat timnya lebih bervariasi. City bisa bermain pendek, menengah, atau langsung panjang sesuai kebutuhan.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore