Alexander Isak (Instagram @alex_isak)
JawaPos.com - Dengan waktu kurang dari 24 jam menuju penutupan jendela transfer, Newcastle United berada di persimpangan jalan yang bisa menentukan arah masa depan klub.
Di tengah hiruk-pikuk deadline day, kabar mengejutkan muncul: Alexander Isak kini bisa dilepas dengan banderol £130 juta atau setara dengan Rp 2,6 triliun.
Selama berminggu-minggu, publik meyakini bahwa striker asal Swedia ini tak tersentuh. Luke Edwards, jurnalis Telegraph yang dekat dengan lingkaran internal Newcastle, bahkan berulang kali menegaskan bahwa Isak bukan untuk dijual.
Namun, Minggu malam itu, Edwards menulis sebaliknya. Pemilik klub asal Saudi dikatakan siap menguangkan aset berharga mereka selama tawarannya "terlalu bagus untuk ditolak."
Dilansir dari This Is Anfield, sumber di internal klub mengindikasikan bahwa keputusan ini tidak akan bergantung pada keberhasilan mendatangkan pengganti. Artinya, Newcastle siap mengambil risiko besar: kehilangan mesin gol mereka tanpa jaminan ada pengganti setara.
Sejauh ini, tawaran terbesar datang dari Liverpool senilai £110 juta (Rp 2,2 triliun) pada bulan lalu. Namun, tawaran itu ditolak.
Kini, dengan angka £130 juta (Rp 2,6 triliun) di atas meja, situasinya berubah. Liverpool dikabarkan mempertimbangkan penawaran kedua, mungkin di kisaran £120 juta (Rp 2,4 triliun), titik tengah antara permintaan awal £150 juta dan proposal sebelumnya.
Newcastle sendiri telah merekrut striker muda Jerman, Nick Woltemade, seharga £69 juta (Rp 1,38 triliun). Mereka juga dikaitkan dengan dua nama lain, Yoane Wissa dari Brentford dan Jorgen Strand Larsen dari Wolves yang bisa menjadi opsi darurat bila Isak benar-benar hengkang.
Keputusan untuk membuka pintu negosiasi bagi Isak bukan sekadar soal angka, tetapi juga tentang dinamika finansial dan ambisi klub.
Meski Newcastle kini di bawah kendali PIF (Public Investment Fund) yang didukung dana besar, aturan Financial Fair Play tetap menjadi batasan yang tak bisa diabaikan.
Menjual Isak akan memberi ruang gerak yang signifikan, baik untuk investasi jangka pendek maupun pembangunan tim dalam jangka panjang.
Bagi fans Liverpool, drama ini mengingatkan pada bursa transfer Januari 2011, ketika klub menghabiskan hari-hari terakhir untuk mengamankan Luis Suárez dan Andy Carroll.
Kini, dengan taruhan yang jauh lebih besar, kesepakatan ini bisa menjadi salah satu momen paling bersejarah dalam sepak bola Inggris modern.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jadi Tersangka, Ini Kronologi Penipuan yang Dilakukan Ruben Onsu
Ruben Onsu Jadi Tersangka, Begini Reaksi Pengacara Minola Sebayang
Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Alaves: Momentum Tuan Rumah Bangkit!
Respons Tantangan Wagub Kalbar, Gubernur Jabar KDM: Mohon Maaf, Tak Maksud Membandingkan
Ruben Onsu Ditetapkan Tersangka Kasus Penipuan dan Penggelapan, Dipanggil Minggu Depan
Prediksi Skor Marseille vs Strasbourg: Rekor 15 Laga Jadi Modal Les Phoceens
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Thailand vs Vietnam Leg 1 Final Piala AFF 2026: Gajah Perang Terlalu Perkasa di Rajama
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
