Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 11 Juli 2025 | 20.14 WIB

Empat Hal yang Dipelajari Xabi Alonso dari Kekalahan Memalukan Real Madrid dari PSG di Semifinal Piala Dunia Antarklub 2025

Xabi Alonso. (IMAGO/Sportimage)

 
JawaPos.com – Keputusan Xabi Alonso yang membingungkan, pertahanan yang buruk, dan serangan yang tak berdaya, merupakan beberapa penyebab kekalahan 4-0 Real Madrid dari Paris Saint-Germain di ajang Piala Dunia Antarklub 2025.

Dengan perjalanan yang dipertaruhkan ke babak final, Real Madrid menampilkan performa terburuk mereka di era baru Alonso. Raksasa Spanyol ini kebobolan empat gol, hanya melepaskan dua tembakan tepat sasaran.

Pasukan Luis Enrique bermain sesuka hati dengan mendominasi pertandingan secara keseluruhan dengan penguasaan bola mencapai 68 persen dalam laga yang digelar di Stadion MetLife, New Jersey, Amerika Serikat.

Kekalahan itu mengakhiri upaya Los Blancos meraih trofi pertama mereka sejak kepergian Carlo Ancelotti. Dengan musim 2025/2026 yang akan dimulai kurang dari enam minggu lagi, Alonso harus segera menganalisis apa yang salah bagi timnya agar tidak mengulangi kesalahan yang sama.

Berikut empat hal yang dipelajari Alonso dari penampilan buruk Real Madrid melawan sang juara bertahan Liga Champions tersebut.

Terlalu Banyak Penyerang Memunculkan Masalah Baru bagi Real Madrid

Pelajaran paling tampak yang dipetik Alonso saat melawan PSG adalah trio penyerang Kylian Mbappe, Gonzalo Garcia, dan Vinicius Junior yang tidak efektif ketika dimainkan secara bersamaan.

Setelah hanya memainkan dua penyerang sebagai starter dalam lima kemenangan beruntun Real Madrid di Piala Dunia Antarklub, mantan pelatih Bayer Leverkusen itu akhirnya memilih tiga penyerang tersebut dalam keputusan yang cukup kontroversial di laga penting ini.

Mbappe sebagai pemenang Trofi Pichichi dan Sepatu Emas Eropa bermain sebagai pemain striker, bukan di sayap. Vinicius Junior yang berada dalam performa terbaik dan paling berbahaya di sisi kiri lapangan bermain di sisi yang berlawanan.

Selain itu, menempatkan Gonzalo di tengah-tengah kedua superstar tersebut, yang keduanya kesulitan untuk menyelesaikan umpan, membuat produk Real Madrid Castilla tersebut sama sekali tidak berkontribusi apapun untik tim pada pertandingan ini.

Jika Alonso benar-benar ingin memainkan penyerang berusia 21 tahun itu sebagai starter, ia harus memilih antara Mbappe dan Vinícius Junior untuk berduet dengannya di lini depan sebagai penopang ketajamannya.

Alonso sendiri bahkan mengakui kepada media setelah pertandingan bahwa susunan pemain inti yang ia mainkan adalah sebuah blunder besar atas kekalahan memalukan atas pasukan Les Parisiens tersebut.

"Apakah saya membuat kesalahan dengan memainkan begitu banyak penyerang? Tidak diragukan lagi. Itu bukan seperti yang kami harapkan di pertandingan ini."

Kylian Mbappe Masih Enggan untuk Menekan Lawan untuk Merebut Bola

Dalam penampilan perdana sebagai starter di era Alonso, Mbappe tidak tampil mengesankan. Pemain Prancis itu memiliki sentuhan paling sedikit, 27 kali dibandingkan pemain yang ada di lapangan dalam 90 menit, tanpa menciptakan peluang, dan hanya mencatatkan satu tembakan tepat sasaran.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore