Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 28 Juni 2025 | 22.42 WIB

Transfer Bryan Mbeumo: Antara Liga Champions dan Kebangkitan Manchester United

Bryan Mbeumo (dok, Instagram/Bryan_.m19)

 

JawaPos.com - Manchester United terus bergerak di bursa transfer musim panas 2025. Setelah meresmikan kedatangan Matheus Cunha dari Wolverhampton Wanderers, Setan Merah masih berburu pemain depan untuk menghidupkan kembali lini serang mereka.

Salah satu nama yang terus dikaitkan adalah Bryan Mbeumo. Winger eksplosif milik Brentford itu disebut telah menjatuhkan pilihan ke Old Trafford, meski klubnya menolak tawaran kedua senilai GBP 62,5 juta dari Man United.

Menariknya, Mbeumo juga dilirik Tottenham Hotspur. Namun, meski merasa "penasaran" dengan proyek baru Spurs di bawah Thomas Frank, pemain asal Kamerun itu lebih condong ke Manchester. Pilihan ini tentu menjadi sorotan, mengingat kondisi Man United yang masih belum stabil dan belum tentu bisa tampil di Liga Champions musim depan.

Keputusan Mbeumo ini bisa jadi titik balik dalam perjalanan kariernya. Di satu sisi, Tottenham menawarkan kesempatan bermain di Liga Champions dan reuni dengan pelatih yang dulu mengasah potensinya. Di sisi lain, Manchester United masih dalam tahap pembangunan ulang, namun menjanjikan peran sentral dalam tim. Sebuah pilihan klasik antara kenyamanan dan tantangan besar.

Keinginan Mbeumo menuju Man United juga memperlihatkan daya tarik klub berjuluk Red Devils itu, meski tengah terpuruk. Namun, mampukah Man United mengamankan tanda tangannya di tengah tekanan keuangan dan kebutuhan lain yang belum terpenuhi?

Musim lalu, Manchester United menjadi tim dengan produktivitas gol yang mengecewakan. Mereka hanya mencetak 44 gol di Premier League, menjadikan mereka sebagai salah satu dari lima tim terburuk dalam urusan mencetak gol. Inilah yang memicu manajer Ruben Amorim untuk melakukan “revolusi lini serang” di musim panas ini.

Kehadiran Matheus Cunha memang menjadi tambahan menarik, namun Amorim masih membutuhkan lebih. Bryan Mbeumo, dengan kecepatan, teknik, dan fleksibilitas bermainnya, dipandang sebagai solusi untuk memperkaya opsi menyerang Man United. Ia bisa dimainkan di sisi kanan, kiri, bahkan sebagai second striker jika dibutuhkan.

Menurut laporan dari Sky Sports News, tawaran kedua United senilai GBP 62,5 juta kembali ditolak Brentford. Namun, kabar baik bagi fans Setan Merah adalah Mbeumo tetap menunjukkan ketertarikan lebih terhadap proyek Man United. Meski tertarik dengan Tottenham, sang winger lebih tergoda untuk menjadi bagian dari kebangkitan Man United.

Alasan Mbeumo cukup logis. Di Manchester, ia bisa bergabung dengan pemain kreatif seperti Bruno Fernandes dan Cunha, yang bisa menyuplai bola secara konsisten ke lini depan. Mbeumo juga tidak asing bermain tanpa kehadiran penyerang nomor sembilan tradisional, seperti yang ia jalani di Brentford musim lalu.

Masalahnya, kondisi finansial Man United cukup rumit. Masih ada kebutuhan akan penjaga gawang baru, gelandang bertahan, dan satu penyerang tambahan. Jika tak ada dana segar masuk dari penjualan pemain, transfer Mbeumo bisa terhambat.

Namun di balik semua itu, Ruben Amorim tampaknya punya visi yang jelas. Jika dana bisa dialokasikan dengan tepat, Mbeumo bisa menjadi pion penting dalam lini depan yang dinamis. Bahkan, ada kemungkinan ia diplot sebagai pemimpin serangan jika Man United gagal mendatangkan striker murni seperti Viktor Gyokeres.

Sementara itu, di sisi lain persaingan, Tottenham menawarkan sesuatu yang berbeda. Klub asal London Utara itu memang sedang dalam masa transisi, tapi memiliki prospek jangka pendek yang lebih jelas dibanding Man United. Spurs lolos ke Liga Champions, sebuah ajang yang mungkin sulit diakses Mbeumo jika memilih Setan Merah.

Selain itu, pelatih baru Tottenham, Thomas Frank, adalah sosok yang sangat dikenal Mbeumo. Keduanya pernah bekerja sama dengan sangat baik di Brentford. Di bawah Frank, Mbeumo menjelma menjadi winger yang tajam, pekerja keras, dan selalu tampil konsisten. Bagi Mbeumo, kembali di bawah asuhan Frank bisa jadi pilihan aman yang menjanjikan stabilitas performa.

Namun demikian, Tottenham juga bukan tanpa masalah. Mereka finis di peringkat ke-17 musim lalu—hanya satu tingkat di atas zona degradasi. Meski banyak pihak menyalahkan mantan manajer Ange Postecoglou atas performa buruk tersebut, tetapi fakta bahwa Spurs masih harus membangun ulang fondasi tim tak bisa diabaikan.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore