Kapten timnas Spanyol, Alvaro Morata. (Jose Breton/NurPhoto/Shutterstock)
JawaPos.com – Polisi Spanyol menangkap seorang pria berusia 19 tahun karena membuat ancaman pembunuhan daring terhadap Alvaro Morata dan keluarganya. Ancaman datang setelah kapten La Roja itu gagal mengeksekusi penalti saat melawan Portugal di final UEFA Nations League.
Istri Morata, Alice Campello, mengecam para provokator daring sambil membagikan beberapa pesan kebencian yang mereka terima setelah kekalahan timnas Spanyol 3-5 melalui adu penalti dalam pertandingan perebutan gelar pada 9 Juni lalu.
Polisi mengonfirmasi pada Selasa (24/6) waktu setempat bahwa seorang pemuda telah ditangkap di Malaga, Spanyol, setelah ia mengaku telah mengunggah komentar kebencian di akun daring pribadinya kepada Morata.
Pelaku awalnya berusaha menutupi bahwa ia bertanggung jawab atas ancaman daring tersebut dengan melaporkan kepada polisi bahwa akunnya telah diretas.
"Ketidakkonsistenan dalam pernyataan pelapor, yang mencari alibi untuk menutupi fakta bahwa ia adalah penulis komentar tersebut, serta pemeriksaan lain yang dilakukan oleh agen siber, akhirnya memberatkan tersangka yang mengakui fakta tersebut," kata polisi dalam sebuah pernyataan.
Morata, yang dipinjamkan ke Galatasaray dari AC Milan, meragukan masa depannya untuk kembali berseragam La Rojasetelah penaltinya ditepis oleh kiper Portugal Diogo Costa.
"Ada kemungkinan saya tidak akan kembali pada bulan September (untuk kualifikasi Piala Dunia 2026)," ujar mantan penyerang Atlético Madrid itu tentang masa depannya untuk kembali memimpin timnas Spanyol.
"Saya merasa kasihan pada rekan satu tim saya, tetapi itu bagian dari kehidupan. Penalti? Saya tidak bisa menerimanya dengan baik. Saya bisa melakukannya lebih baik, tetapi tidak ada yang bisa saya lakukan lagi sekarang."
Morata yang kini berusia 32 tahun telah mencatatkan 37 gol dalam 86 penampilan untuk timnas Spanyol dan dipercaya Luis de la Fuente menjadi kapten tim nasional menuju gelar Nations League 2023 dan kejayaan Euro 2024 lalu.
Bekas striker Chelsea ini merupakan satu-satunya penyerang bertipe No.9 yang saat ini masih dipanggil untuk memperkuat La Roja, di mana pelatih de la Fuente selalu mempercayakan posisi ujung tombak mereka kepada penyerang bertipe false nine seperti Mikal Oyarzabal dan Dani Olmo.
Oleh karena itu, jika Morata memutuskan untuk pensiun dari tim nasional maka mereka akan kesulitan kembali mencari penyerang alami yang mengisi posisi ujung tombak untuk ke depannya.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
