Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 16 Juni 2025 | 20.53 WIB

Koke Soroti Kepemimpinan Wasit Usai Atletico Madrid Dibantai PSG 0-4 di Piala Dunia Antar Klub

Koke kecewa saat gol Atletico Madrid dianulir wasit di laga pembuka kontra PSG. (@koke) - Image

Koke kecewa saat gol Atletico Madrid dianulir wasit di laga pembuka kontra PSG. (@koke)

JawaPos.com-Atletico Madrid harus menelan pil pahit usai dibantai Paris Saint-Germain (PSG) dengan skor telak 0-4 dalam laga pembuka Grup B Piala Dunia Antarklub 2025 yang berlangsung di Rose Bowl, Senin (16/6).

Bukan hanya kekalahan yang menjadi sorotan, juga keputusan kontroversial wasit yang dianggap merugikan Los Rojiblancos.

PSG tampil mendominasi sejak awal laga. Fabian Ruiz dan Vitinha membawa juara Liga Champions itu unggul 2-0 di babak pertama.

Dua gol tambahan dari pemain muda Senny Mayulu dan Lee Kang-in pada babak kedua memastikan kemenangan meyakinkan. Skuad asuhan Luis Enrique masih menunjukkan lapar gelar meski baru dua pekan sebelumnya mengangkat trofi Liga Champions usai menggulung Inter Milan 5-0 di final.

Laga bisa saja berjalan berbeda andai gol Julian Alvarez tidak dianulir wasit Istvan Kovacs. Gol tersebut tercipta saat Atletico mencoba bangkit lewat skema serangan balik cepat.

Alvarez berhasil menyelesaikan peluang. Namun gol dibatalkan usai VAR menilai terjadi pelanggaran Koke terhadap Desire Doue dalam proses terciptanya gol.

Kapten Atletico Madrid, Koke, tak bisa menyembunyikan rasa kecewanya terhadap keputusan tersebut.

"Kami sudah memulai laga dengan baik. Kami tahu PSG adalah tim yang hebat, mereka juara Eropa karena suatu alasan,"ujar Koke kepada awak media.

"Namun menurut saya, skor 0-4 itu tidak mencerminkan jalannya pertandingan. Kami punya peluang, bahkan sempat mencetak gol untuk memperkecil ketertinggalan jadi 2-1. Tapi wasit menganulir dengan alasan pelanggaran," tambah dia.

Pelatih Atletico, Diego Simeone, memilih tidak terlalu banyak bicara soal keputusan wasit.

"Saya bosan membahas hal-hal yang berulang. Kami bermain melawan tim hebat yang lebih baik dari kami. Tapi detail-detail itu terlihat jelas," ujar Simeone.

Kartu merah Clement Lenglet pada babak kedua semakin memperparah situasi bagi Atletico. Mereka sulit bangkit menghadapi tim yang saat ini tercatat paling tajam di Eropa.

Sejak awal 2025, PSG telah mencetak 105 gol di semua kompetisi terbanyak di antara klub dari lima liga top Eropa. Mereka juga mencatatkan angka expected goals (xG) tertinggi sebesar 93, melepaskan 682 tembakan dan 286 di antaranya mengarah ke gawang, menunjukkan efisiensi sekaligus agresivitas lini serang mereka.

Kapten PSG Marquinhos menegaskan bahwa timnya tidak berpuas diri meski baru saja meraih gelar Liga Champions.

"Anda tidak pernah tahu seperti apa jalannya pertandingan, apalagi melawan tim seperti Atletico yang sangat disiplin dalam bertahan," ujar Marquinhos kepada DAZN.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore