Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 8 Juni 2025 | 19.06 WIB

Apa yang Bisa Diharapkan Madridista dari Pelatih Baru Real Madrid Xabi Alonso?

Xabi Alonso. (IG @xabialonso) - Image

Xabi Alonso. (IG @xabialonso)

JawaPos.com - Xabi Alonso resmi mengambil alih kursi pelatih Real Madrid, menggantikan Carlo Ancelotti. Tapi bagi banyak Madridista, ini bukan sekadar pergantian pelatih.

Rasanya lebih seperti seseorang yang pulang ke kampung halaman. Alonso sendiri mengakui bahwa kembali ke Madrid adalah sesuatu yang sangat spesial baginya.

Alonso bukan sosok asing, bukan pula anak kemarin sore. Sebagai pemain, ia memenangkan trofi bergengsi bersama Real Madrid dan tim nasional Spanyol.

Sebagai pelatih, namanya semakin diperhitungkan setelah sukses membawa Bayer Leverkusen mematahkan dominasi Bayern Munich di Bundesliga.

Meski baru memulai karier kepelatihannya, Alonso sudah menunjukkan filosofi yang jelas, kepemimpinan yang kuat, dan mental juara.

Musim lalu, Real Madrid mengalami musim yang terasa hambar. Di bawah Ancelotti, ada momen-momen di mana tim seperti kehilangan arah.

Kini, harapan baru tumbuh. Madridista percaya Alonso bisa membawa kembali identitas sejati klub. Dan dari semua itu, berikut beberapa hal yang layak kamu harapkan dari Real Madrid di bawah kepemimpinannya, seperti dilansir dari Madrid Universal.

1. Perubahan Taktik yang Bermakna

Di era Ancelotti, Real Madrid kerap berganti-ganti formasi—dari 4-3-3 ke 4-2-3-1 bahkan ke 4-4-2. Memang fleksibel, tapi justru membuat ritme dan kekompakan tim sulit terjaga.

Pemain-pemain seperti Jude Bellingham dan Rodrygo kerap tampil di luar standar mereka. Walaupun ada momen-momen magis dari Kylian Mbappe dan Vinicius Jr., tetap terasa bahwa tim butuh arah yang lebih jelas.

Alonso dikenal menyukai sistem tiga bek, dengan bek sayap yang aktif naik menyerang. Ini bisa jadi sebuah titik balik besar.

Bayangkan pemain seperti Alvaro Carreras dan bahkan Trent Alexander-Arnold jika bergabung—gaya menyerang mereka akan sangat cocok dalam sistem ini. Alonso ingin bek sayap berani, tapi tetap disiplin.

Di sisi lain, lini belakang dengan nama-nama seperti Dean Huijsen, Antonio Rudiger, dan Raul Asencio menawarkan kombinasi ideal antara pengalaman dan semangat muda.

Bukan hanya soal skema. Di bawah Alonso, setiap pemain tahu perannya. Ada struktur, ada misi. Dan yang terpenting, ada rasa percaya diri yang kembali tumbuh. Tapi perubahan ini juga bisa berarti akhir bagi beberapa pemain.

Nama seperti Ferland Mendy dan Rodrygo mulai disebut-sebut sebagai korban sistem baru. Sepak bola kadang kejam, tapi itulah harga yang harus dibayar untuk berkembang.

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore