Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 30 Mei 2025 | 17.56 WIB

Leroy Sane ke Arsenal, Ini Perbandingan Sayap-Sayap Mikel Arteta

Leroy Sane. (AP Photo/Armando Franca) - Image

Leroy Sane. (AP Photo/Armando Franca)

JawaPos.com-Perekrutan pemain anyar selalu jadi agenda krusial klub-klub besar jelang musim baru. Arsenal, yang terus membangun skuad di bawah tangan dingin Mikel Arteta, kini tengah menjadi sorotan setelah muncul kabar kuat tentang rencana mendatangkan Leroy Sane.

Nama yang tak asing bagi pelatih asal Spanyol itu, mengingat keduanya pernah bersinar bersama di Manchester City. Namun, apakah kehadiran Sane bakal memberikan warna baru bagi lini sayap Arsenal yang kini diisi oleh Bukayo Saka, Leandro Trossard, Ethan Nwaneri, dan Gabriel Martinelli?

Leroy Sane terbukti sebagai winger kelas dunia dengan segudang pengalaman di Bundesliga bersama Bayern Munich. Namun, Mikel Arteta harus benar-benar mempertimbangkan apakah performa dan gaya bermain sang pemain sesuai dengan kebutuhan Arsenal saat ini.

Apalagi persaingan memperebutkan jasa Sane tidak hanya datang dari The Gunners, tetapi juga dari rival sekota Tottenham Hotspur yang baru saja memastikan tiket Liga Champions. Situasi ini menjadikan perebutan tanda tangan pemain asal Jerman ini semakin sengit.

Melihat statistik, Sane menunjukkan kualitas luar biasa di sisi produktivitas gol. Meskipun bermain hanya 1.637 menit di Bundesliga musim lalu, dia mampu mencetak 11 gol, jumlah yang melebihi gabungan gol sayap Arsenal di Premier League.

Leandro Trossard dan Gabriel Martinelli, yang menjadi pencetak gol terbanyak di Arsenal musim lalu, masing-masing hanya mengemas delapan gol, disusul Bukayo Saka dengan enam dan Ethan Nwaneri empat gol.

Tidak hanya soal kuantitas, tingkat akurasi tembakan Sane juga sangat mengesankan, yakni 43,3 persen dari 67 tembakan tepat sasaran. Angka ini hampir menyamai Martinelli yang mencatat 43,6 persen, meskipun dengan jumlah percobaan yang lebih sedikit.

Meski jago mencetak gol, Sane tidak terlalu menonjol sebagai kreator peluang. Musim lalu, dia hanya mencatat lima assist, kalah dari Bukayo Saka yang memimpin dengan 10 assist dan Trossard dengan tujuh assist.

Namun, bukan berarti Sane tak memiliki kontribusi kreatif. Dari segi aksi menciptakan peluang (goal-creating actions), dia masih lebih unggul dibanding Martinelli dan Nwaneri. Hal ini menegaskan bahwa Sane tidak hanya mengandalkan insting gol, tetapi juga mampu memberikan suplai bagi rekan setimnya.

Pergerakan dan kreativitas Sane sedikit kalah dari Martinelli dan Saka, yang dikenal sebagai motor serangan Arsenal. Namun jika melihat akurasi passing, Sane malah unggul dengan tingkat keberhasilan operan mencapai 82,5 persen, jauh melampaui winger Arsenal lain yang berada di kisaran 70-75 persen.

Ini menunjukkan kecerdasan taktis dan kemampuan Sane dalam mengendalikan ritme permainan serta menjaga bola tetap berada dalam penguasaan tim. Dalam duel satu lawan satu, Sane sedikit tertinggal dengan tingkat keberhasilan hanya 39 persen, kalah dari beberapa winger Arsenal yang mendekati 60 persen.

Namun secara keseluruhan, baik dari sisi disiplin maupun kontribusi bertahan, Sane menunjukkan performa yang seimbang. Dia sukses memenangkan lebih dari 50 persen tekel yang dilakukan dan menjadi satu-satunya pemain di antara kelima winger yang unggul dalam duel udara, berkat postur tubuhnya yang lebih tinggi dibandingkan yang lain.

Di lini pertahanan, kontribusi Sane memang tidak sebanyak winger Arsenal seperti Martinelli dan Trossard yang kerap melakukan clearance dan intersep. Namun, dia melakukan sebagian besar tugas bertahannya di sepertiga akhir lapangan, sesuai filosofi Arteta yang menuntut pressing tinggi dan peran aktif winger dalam merebut bola di lini depan.

Kehadiran Sane diyakini akan menambah dimensi baru pada lini serang Arsenal. Pengalaman dan kualitasnya bisa melengkapi kecepatan dan kreativitas para pemain sayap yang sudah ada. Selain itu, hubungan baik antara Sane dan Arteta di masa lalu bisa menjadi modal penting agar adaptasi di Emirates Stadium berjalan mulus.

Namun, tentu saja Arteta harus mempertimbangkan beberapa hal. Premier League memiliki intensitas yang berbeda dengan Bundesliga, dan persaingan yang ketat menuntut winger yang tidak hanya bisa menyerang tetapi juga mampu bertahan dan beradaptasi dengan cepat.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore