Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 21 Mei 2025 | 18.11 WIB

Kontroversi Film Dokumenter Vinicius Junior: Valencia Ancam Bawa Ke Jalur Hukum!

Pemain Real Madrid Vinicius Junior. (Dok. Vinicius Junior)  - Image

Pemain Real Madrid Vinicius Junior. (Dok. Vinicius Junior) 

JawaPos.com–Sebuah film dokumenter terbaru dari Netflix berjudul Vini Jr. yang diproduksi Conspiracao, sebuah rumah produksi asal Brasil, telah memicu polemik di kalangan sepak bola Spanyol.

Film yang dirilis secara global pekan lalu ini menyajikan pandangan mendalam mengenai kehidupan pribadi dan profesional bintang Real Madrid Vinicius Junior. Sorotan utama pada insiden rasisme yang terjadi baru-baru ini.

Bagian penting dari film dokumenter ini menyoroti insiden yang terjadi pada pertandingan antara Madrid dan Valencia di Stadion Mestalla pada 2023. Kala itu, Vinicius Junior terlibat konfrontasi dengan sejumlah suporter Valencia dan melaporkan kepada wasit Ricardo de Burgos Bengoetxea. Pertandingan sempat dihentikan sesuai dengan protokol anti rasisme La Liga.

Setelah melalui proses hukum, tiga suporter Valencia terbukti bersalah dan dijatuhi hukuman penjara serta larangan memasuki stadion selama dua belas bulan. Putusan ini menjadi yang pertama kali di Spanyol untuk kasus serupa.

Kontroversi muncul ketika film dokumenter Netflix tersebut menampilkan video TikTok yang memperlihatkan sejumlah suporter Valencia meneriakkan sesuatu kepada Vini. Namun, transkripsi yang ditampilkan dalam film menuliskan kata mono (monyet) alih-alih kata tonto (bodoh). Hal ini sontak memicu reaksi keras dari pihak Valencia.

Melalui pernyataan resmi yang dirilis di media sosial dan situs web klub, Los Che membantah keras transkripsi tersebut dan menyebutnya sebagai kebohongan. Mereka bahkan mengancam akan mengambil tindakan hukum jika Netflix tidak melakukan perubahan pada subtittle tersebut.

Pada Senin sore waktu setempat, Valencia mengeluarkan pernyataan resmi. "Menanggapi ketidakadilan dan kepalsuan yang dibuat terhadap basis penggemar Valencia CF, klub telah mengajukan tuntutan tertulis kepada produser dokumenter mengenai penggambaran mereka tentang apa yang terjadi di Mestalla, yang tidak sesuai dengan kenyataan," kata pernyataan itu.

"Kebenaran dan rasa hormat kepada penggemar kami harus menang. Valencia CF berhak untuk mengambil tindakan hukum yang sesuai dengan situasi tersebut. #RESPECT," imbuhnya.

Meskipun Federasi Sepakbola Spanyol (RFEF) telah menjatuhkan sanksi kepada Valencia dan pengadilan telah menyatakan bersalah para suporter yang terlibat, Los Che tetap bersikukuh bahwa para penggemar mereka mengucapkan kata tonto dan bukan mono saat insiden terjadi.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore