Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 14 Mei 2025 | 01.01 WIB

Felix Zwayer Pimpin Final Liga Europa, Kontroversi Masa Lalu Menghantui!

Felix Zwayer, wasit yang akan memimpin final Liga Europa musim ini antara Manchester United vs Tottenham Hotspur. (Dok. Felix Zwayer)

 

JawaPos.com - Final Liga Eropa antara Manchester United dan Tottenham Hotspur akan dipimpin oleh wasit asal Jerman Felix Zwayer, yang sebelumnya telah menjalani hukuman selama enam bulan karena terlibat dalam skandal pengaturan pertandingan.

Zwayer terjerat dalam jaringan kasus yang dibuat oleh Robert Hoyzer pada 2005 silam. Wasit asal Jerman tersebut merupakan salah satu whistleblower yang mengungkap rencana pengaturan pertandingan yang dilakukan Hoyzer di seluruh divisi kedua Jerman.

Seperti yang dijelaskannya dalam wawancaranya dengan Tagesspiegel am Sonntag saat itu, Zwayer mengaku diminta oleh Hoyzer untuk menjamin hasil pertandingan antara Rot-Weiss Essen melawan Cologne. 

"Ketika saya mendapat tawaran tegas dari (Robert) Hoyzer, saya mendatangi rekan wasit saya. Saya tegaskan sekali lagi bahwa saya langsung menolak tawaran ini,” jelas berusia 43 tahun tersebut.

"Saya memiliki hati nurani yang bersih, dan saya bisa tidur nyenyak karena saya tahu saya tidak mencampuri (mengatur) sebuah permainan," pungkasnya.

Hoyzer sebagai pencetus mendapat hukuman dilarang berada di dunia sepak bola seumur hidup, sementara Zwayer menerima hukuman selama enam bulan setelah federasi sepak bola Jerman (DFB) mengungkap bahwa ia telah menerima EUR 300 dari rekannya tersebut.

Zwayer menjalani debut memimpin pertandingan papan atas pertamanya pada tahun 2009, sebelum ia menjadi wasit yang terdaftar di FIFA tiga tahun kemudian. Berita tentang skorsing wasit kelahiran Berlin ini baru terungkap pada tahun 2014.

Bintang Real Madrid, Jude Bellingham pernah berselisih dengan Zwayer saat bermain untuk Borussia Dortmund pada 2021 lalu. Setelah kalah dari Bayern Munchen berkat penalti kontroversial Robert Lewandowski, gelandang kelahiran Inggris tersebut marah besar

"Anda memberi wasit, yang pernah mengatur pertandingan sebelumnya, pertandingan terbesar di Jerman. Apa yang Anda harapkan?" setelah komentar pedas tersebut Bellingham didenda EUR 40 ribu dan wasit yang diperiksa itu mengambil jeda dua bulan dari tugasnya.

Meski masa lalunya penuh kontroversi, Zwayer terus ditugaskan untuk pertandingan penting. Ia dipertemukan kembali dengan Bellingham di semifinal Euro 2024, tetapi kali ini ia membantu timnas Inggris yang berhasil mengalahkan Belanda dengan beberapa keputusan kontroversial.

Baru-baru ini, tepatnya awal Mei, Zwayer memimpin pertandingan Arsenal yang kalah 2-1 dari Paris Saint-Germain di semifinal Liga Champions, untungnya kali ini ia memimpin pertandingan tanpa kesalahan berarti.

Spurs telah dua kali dipimpin oleh Zwayer. Klub London utara itu belum pernah menang di bawah pengawasannya, meskipun kekalahan mereka di Liga Champions dari Barcelona pada 2018 lebih disebabkan oleh kecemerlangan Lionel Messi daripada kesalahan wasit.

Sebaliknya, United belum pernah kalah ketika Zwayer memimpin pertandingan Setan Merah. Rekor dua kali menang dan dua kali imbang, bisa jadi teori tambahan untuk pasukan Ruben Amorim menerima hasil positif dalam laga hidup mati nanti.

United dan Tottenham akan berhadapan di laga final Liga Eropa yang akan dilaksanakan pada Kamis (22/5) di Stadion San Mames, Bilbao, Spanyol.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore