
Lamine Yamal (dok. FC Barcelona)
JawaPos.com–Lamine Yamal mungkin belum bisa disebut sebagai pemain terbaik di dunia saat ini. Namun, pernyataan seperti itu perlu dipertimbangkan untuk seorang pemain yang bahkan belum berusia 18 tahun.
Hal itu sudah cukup menggambarkan betapa luar biasanya bakat anak ajaib asal Spanyol ini. Memasuki fase krusial musim ini, Yamal mulai menunjukkan bisa menjadi pewaris tahta Lionel Messi. Bahkan di usia berapa pun, statistik yang ditorehkan Yamal musim ini sangat luar biasa.
Di La Liga, dia telah mencatatkan 12 assist, unggul tiga dari rekan setimnya, Raphinha, dan memimpin statistik expected assisted goals mencerminkan nilai peluang emas yang dia ciptakan bagi rekan-rekannya.
Dalam urusan mengirim bola ke area berbahaya, Yamal tak ada tandingan. Dia sudah melepaskan 83 umpan ke dalam kotak penalti, jauh mengungguli Pedri di posisi kedua dengan 68 umpan.
Dia juga mencatatkan lebih banyak aksi menciptakan peluang tembak dan peluang gol dibandingkan pemain manapun di La Liga musim ini. Bukan hanya soal kreativitas, Yamal juga berperan penting dalam progresi bola Barcelona.
Dia memimpin La Liga dalam jumlah take-ons sukses dan hanya kalah dari Vinicius Junior dalam hal carries progresif ke area kotak penalti. Namun, yang benar-benar membuat publik terkesima adalah kecerdasan bermainnya yang jauh melampaui usianya.
Contohnya saat ia mencetak gol ke gawang Borussia Dortmund pada kemenangan 4-0 di leg pertama perempat final Liga Champions. Dalam situasi di mana sebagian besar pemain muda mungkin ragu, Yamal dengan insting cepat memilih sentuhan halus dengan ujung kakinya, mengecoh bek lawan dan membuat kiper Gregor Kobel hanya bisa terpaku.
Selain itu, rangkaian chip manis ke tiang jauh, umpan luar kaki dari jarak 40 meter, hingga dribel berkecepatan tinggi menjadi bagian dari repertoar. Bahkan banyak pemain profesional berpengalaman yang belum tentu mampu melakukan apa yang Yamal lakukan dengan konsistensi sedemikian tinggi.
Meski performanya mengesankan, ada satu area di mana usia muda Yamal masih terlihat penyelesaian akhir. Dalam 47 pertandingan musim ini, dia sudah mencetak 14 gol dan mencatatkan 22 assist, statistik yang sangat mentereng.
Namun, pilihan tembakan Yamal kadang terlalu optimistis, menghasilkan banyak percobaan yang kurang efektif. Tetap saja, pelatih mana pun akan mengatakan lebih mudah mengajarkan penyelesaian yang lebih baik dibandingkan mengajarkan naluri menyerang.
Dengan 4,19 tembakan dan nilai xG 0,31 per 90 menit, Yamal jelas tak butuh diajari untuk berani menembak. Beberapa gol tambahan dan keputusan yang lebih bijak saat menembak kemungkinan besar akan membuat Yamal menjadi salah satu penyerang terbaik dunia dalam waktu dekat mungkin bahkan sebelum dia menginjak usia 20 tahun.
Pertanyaannya kini, bisakah Yamal sejajar dengan nama-nama besar seperti Messi atau Cristiano Ronaldo di usia muda? Sulit untuk menjawabnya.
Pada usia 17 tahun, Messi baru mulai menyaksikan dominasi Barcelona di bawah Frank Rijkaard, sedangkan Ronaldo baru mengundang perhatian Sir Alex Ferguson di usia 18 tahun.
Jika melihat jumlah menit bermain di La Liga, pengalaman di Liga Champions, serta peluang meraih trofi di kompetisi besar, Yamal bisa dikatakan memiliki prestasi yang sejajar bahkan mungkin melampaui banyak legenda di usia yang sama.
Jika ingin membandingkannya, mungkin hanya bisa disejajarkan dengan kisah para legenda Amerika Selatan seperti Ronaldo Nazario, Diego Maradona, atau Pele yang sejak usia belia sudah menorehkan sejarah. Tentu butuh waktu bertahun-tahun untuk benar-benar menilai apakah Yamal akan mampu mempertahankan level ini dan menapaki jalur yang sama dengan para legenda tersebut.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
