Mantan pemilik Chelsea, Roman Abramovich dinilai melanggar aturan keuangan saat sedang menjalankan transisisi kepemilikan kepada pemilik baru, Todd Boehly.
JawaPos.com - Uang penjualan klub sepak bola Chelsea sebesar GBP 2,5 miliar (Rp 52,03 triliun) ternyata belum kemana-mana. Padahal, akadnya uang tersebut akan disalurkan buat dana kemanusiaan korban perang di Ukraina.
Seperti diberitakan The Athletic pada Senin (3/3), uang sebanyak Rp 53,03 trilun itu masih tersimpan di Bank Inggris. Namun, tidak dijelaskan apakah hanya disimpan di satu rekening atau dipecah dalam beberapa rekening.
Uang tersebut artinya masih berada di tempat yang sama sejak penjualan klub terjadi pada Mei 2022. Atau, ketika Chelsea dibeli oleh Clearlake Capital dan Todd Boehly pada 33 bulan yang lalu.
Pemilik lawas Chelsea Roman Abramovich memang tak bisa memakai uang penjualan itu. Sebab, pemerintah Inggris membekukan uang itu serta tak akan bisa diambil oleh taipan minyak yang mengakuisisi Chelsea sejak 2003.
Mantan perdana Menteri Inggris Boris Johnson memang melarang uang penjualan itu disalurkan ke rekening Abramovich. Johnson menuding Abramovich adalah sosok pro-Kremlin dan dikhawatirkan uang penjualan Chelsea digunakan buat mendukung invasi Rusia.
Soal tak ada penyaluran dana atas nama hasil penjualan Chelsea sudah diungkap The Charity Commission. Organisasi yang terdaftar resmi untuk penyaluran dana kemanusiaan di Inggris dan Wales membenarkan tak ada dana yang masuk dari rekening pemerintah dengan status hasil penjualan klub.
Pada awal Maret memang Pemerintah Inggris menyalurkan bantuan sebesar GBP 2 miliar (41,62 triliun) buat Ukraina. Namun, menurut sumber The Athletic, dana itu bukan dari uang hasil penjualan Chelsea.
Juru bicara Foreign, Commonwealth and Development Office (FCDO), Inggris berkata pemerintah masih mencari kanal tepat buat penyaluran dana. Mereka juga memastikan uang hasil penjualan itu masih tersimpan aman.
Lantas, mengapa setelah 33 bulan belum juga ada penyaluran kepada korban perang Ukraina? Menurut sumber-sumber The Athletic, ada ketidaksetujuan soal distribusi uang itu.
Perwakilan Abramovich memang sudah setuju tak mengambil uang hasil penjualan Chelsea itu. "Namun pihak perwakilan Abramovich menginginkan keluarga korban perang dari pihak tentara Rusia atau tentara yang jadi tuna daksa akibat perang juga mendapatkan santunan uang," tulis The Athletic.
Desakan untuk secepatnya pencairan juga datang dari organisasi nirlaba kemanusiaan di Inggris. CEO Ukraine Relief Karol Swiacki berharap sekecil apapun secepatnya bantuan disalurkan.
"Lebih dari 1 juta orang menderita di Ukraina hingga hari ini. Karena itu sekecil apapun bantuan yang bisa diberikan dan itu hak mereka, sebaiknya segera disalurkan," tegas Swiacki.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
