
Gelandang Manchester United Christian Eriksen (14) merayakan gol pada pertandingan Liga Europa kontra Fenerbahce di Stadion Sukru Saracoglu, Kamis (24/10). (Ozan Kose/AFP/Antara)
JawaPos.com - Pelatih kepala Manchester United, Ruben Amorim, baru-baru ini mengungkapkan bahwa dia sangat berhati-hati dalam memasukkan Christian Eriksen ke dalam skuad saat melawan Tottenham Hotspur.
Meskipun Eriksen telah menjadi pemain penting bagi United musim ini, kondisi jantung yang dideritanya setelah serangan jantung di Euro 2020 menjadi pertimbangan besar bagi tim medis dan Amorim saat membuat keputusan tersebut.
Dalam pertandingan yang berakhir dengan kekalahan 1-0 dari Tottenham, Eriksen absen, dan hal ini menambah tantangan bagi United yang kini terpuruk di posisi ke-15 klasemen Premier League.
Manchester United datang ke pertandingan ini dengan skuad yang sangat terbatas. Dengan banyaknya pemain yang cedera dan sakit, hanya Victor Lindelof yang tersedia untuk duduk di bangku cadangan. Tanpa beberapa pemain kunci, termasuk Eriksen, United gagal memanfaatkan peluang yang ada dan akhirnya menelan kekalahan tipis berkat gol tunggal dari James Maddison.
Kemenangan tersebut semakin memperburuk situasi United, yang kini tertinggal 10 poin dari posisi kedelapan yang berpotensi memberi mereka kesempatan untuk lolos ke kompetisi Eropa musim depan.
Usai pertandingan, Amorim menjelaskan lebih lanjut tentang ketidakhadiran Eriksen dan mengungkapkan bahwa ia dan tim medis sangat berhati-hati dalam memutuskan kapan Eriksen dapat bermain. Seperti diketahui, Eriksen mengalami serangan jantung saat mewakili timnas Denmark di Euro 2020 yang diadakan pada 2021.
Insiden tersebut membuat Eriksen dipasang alat pacu jantung (ICD), sebuah perangkat medis yang memungkinkan dia untuk melanjutkan kariernya meski dengan kondisi tersebut. Meskipun alat ini sangat membantu dalam mengontrol detak jantungnya, Amorim mengungkapkan bahwa jika Eriksen sedang merasa tidak enak badan, seperti demam, tim medis harus ekstra waspada.
Amorim mengatakan, "Kami harus sangat hati-hati dalam memilih Eriksen ketika dia sakit atau demam. Ini bukan masalah jantung, tetapi kami harus memastikan bahwa detak jantungnya tetap terkontrol karena kesehatan adalah prioritas utama." Pernyataan ini menunjukkan betapa seriusnya perhatian yang diberikan kepada kondisi fisik Eriksen sebelum diputuskan untuk bermain.
Selain masalah kesehatan, performa Eriksen di lapangan musim ini tetap patut diapresiasi. Meskipun terkadang absen dari beberapa pertandingan, ia tetap menjadi sosok yang tak tergantikan di lini tengah United.
Eriksen telah bermain sebanyak 14 kali sebagai starter dan tujuh kali sebagai pemain pengganti, mencatatkan empat gol dan empat assist di semua kompetisi. Meski sering terpinggirkan dari skuad utama di Premier League, Eriksen justru lebih banyak dimainkan di ajang-ajang lainnya, seperti pertandingan-pertandingan piala.
Keputusan untuk tidak menurunkan Eriksen dalam laga melawan Tottenham menunjukkan bahwa Amorim dan tim medis selalu mengutamakan keselamatan dan kesehatan pemain, terlebih di tengah ketatnya jadwal pertandingan dan risiko yang bisa muncul dari kondisi jantung Eriksen. Hal ini memperlihatkan bagaimana United sangat memperhatikan aspek kesehatan pemain di luar hanya sekadar performa fisik mereka di lapangan.
Namun, meski perhatian terhadap kesehatan Eriksen terus menjadi prioritas, masa depan pemain asal Denmark itu di Manchester United tampaknya semakin mendekati akhir. Eriksen sudah membuat banyak kontribusi positif, tetapi dengan kontrak yang akan berakhir pada akhir musim ini, banyak yang memperkirakan bahwa ia akan meninggalkan Old Trafford.
Banyak pihak yang berharap Eriksen dapat terus bermain, tetapi kesehatan jangka panjangnya tetap menjadi pertimbangan utama dalam setiap keputusan yang diambil oleh klub. Sebagai pemain yang telah berjuang melalui masa-masa sulit, keputusan Manchester United untuk melindungi kesehatannya juga menjadi simbol dari komitmen klub terhadap kesejahteraan para pemain mereka, di luar sekadar ambisi kompetitif.

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Profil Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra yang Konsisten Mengkritik Program MBG
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
