Pelatih Atalanta Gian Piero Gasperini. (Yasser Bakhsh/Getty Images
JawaPos.com - Atalanta kembali jadi pecundang di hadapan Inter Milan. Bertanding di semifinal Coppa Italia, Jumat (3/1) dinihari WIB anak asuh Gian Piero Gasperini kalah 0-2.
Permainan Atalanta sebenarnya tidak jelek. Mereka mampu mengimbangi Inter Milan pada babak pertama.
La Dea baru kecolongan pada babak kedua. Empat menit usai jeda Inter Milan membuka keunggulan melalui Denzel Dumfries.
Bek asal Belanda benar-benar jadi momok Atalanta di Supercoppa Italia. Sebab pada menit ke-61 ia menggandakan keunggulan sekaligus memastikan kemenangan.
Usai pertandingan, Gian Piero Gasperini tidak bisa menutupi rasa kecewa. Kekecewaan itu bukan ditujukan kepada performa tim.
Melainkan keputusan VAR. Ada dua hal yang dia soroti, pertama gol I Nerazzurri yang menurutnya tidak terjadi serta gol Atalanta yang dianulir.
“Tidak mudah menciptakan peluang melawan Inter, tapi permainan berubah dengan gol absurd itu melalui tendangan sudut yang tidak pernah ada,” ucap Gian Piero Gasperini seperti dilansir Football Italia, Jumat (3/1).
“Itu bukan tendangan sudut, Stefan de Vrij dalam posisi offside dan berdiri di depan penjaga gawang, ditambah lagi ada pelanggaran Dumfries yang sangat jelas terhadap Giorgio Scalvini,” ia menambahkan.
“Ini adalah Italia yang mengekspor VAR versi buruk yang menghabiskan tujuh menit untuk memeriksa offside Charles De Ketelaere tapi tidak melihat satu pun dari tiga situasi yang jelas,” sambungnya.
Terlepas dari kekecewaan terhadap keputusan wasit dan VAR, Gasperini tetap mengakui keunggulan Inter Milan. Menurutnya tim lawan bermain lebih baik dan disiplin.
“Terkadang kami terjebak dalam perangkap Inter dan kehilangan bola dengan mudah tapi mereka tim yang hebat dan kami memperkecil ketertinggalan,” ucapnya lagi.
Pada Supercoppa dinihari tadi Gian Piero Gasperini melakukan beberapa perubahan. Charles De Ketelaere, Ademola Lookman, dan Ederson baru diturunkan pada babak kedua.
Padahal ketiganya tumpuan utama tim. Sang pelatih punya alasan kuat atas keputusan ini. Dia ingin memberikan kesempatan bermain untuk yang lain.
“Saya harus mengambil kesempatan untuk memberi peluang kepada para pemain bermain sejak awal karena Nicolo Zaniolo belum pernah starter dan Lazar Samardzic hanya beberapa kali,” tutup eks Inter Milan.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
