
Zinedine Zidane bermain di Bordeaux pada 14 Mei 2024. (Icon Sport)
JawaPos.com — Berlaga di kompetisi papan atas Eropa memang menjanjikan keuntungan finansial yang besar. Namun, kenyataannya, tidak semua klub mampu mengelola keuangan mereka dengan baik.
Sejumlah klub besar yang pernah berjaya justru harus menghadapi kenyataan pahit berupa kebangkrutan akibat kesalahan manajemen. Meskipun demikian, beberapa di antara mereka mampu bangkit kembali dan meraih kejayaan. Berikut adalah enam klub raksasa yang pernah bangkrut, termasuk mantan klub Zinedine Zidane, Girondins Bordeaux.
Leeds United, salah satu klub bergengsi di Liga Inggris, pernah merasakan pahitnya kebangkrutan. Tim berjuluk The Whites ini pernah meraih tiga gelar Liga Divisi Satu Inggris, satu Piala FA, dan satu Piala Liga.
Namun, investasi besar-besaran dalam belanja pemain dan manajemen yang buruk membuat mereka harus menjual pemain untuk membayar utang. Kegagalan masuk kualifikasi Liga Champions musim 2002/2003 menjadi awal kehancuran mereka.
Rio Ferdinand adalah salah satu pemain yang menjadi korban kebangkrutan Leeds United. Dia pindah ke Manchester United pada 2002. Penjualan beberapa bintang membuat Leeds United terpuruk dan akhirnya terdegradasi pada musim 2003/2004. Leeds United harus berjuang keras untuk kembali ke kasta tertinggi sepak bola Inggris.
Hal mengejutkan juga terjadi pada Glasgow Rangers, klub besar di Liga Skotlandia. Rangers dinyatakan bangkrut oleh Otoritas Liga Skotlandia pada musim 2012/2013 karena gagal membayar utang sebesar 33 juta poundsterling.
Nasib Rangers sebenarnya masih bisa aman jika klub peserta Premier League Skotlandia melakukan voting terkait nasib mereka. Namun, mayoritas klub menolak proposal yang diajukan Rangers.
Glasgow Rangers resmi bangkrut dan harus memulai kompetisi dari kasta ketiga Liga Skotlandia. Meskipun kehilangan segalanya, Rangers menunjukkan kualitas mereka sebagai tim papan atas dengan langsung mendapatkan promosi ke kasta kedua setahun kemudian. Pada akhirnya, Rangers berhasil menjadi juara Scottish Championship dan kembali ke kasta teratas Liga Skotlandia pada 2016.
Pada era 90-an, Parma menjadi langganan di kompetisi Eropa dan berstatus tim papan atas di Liga Italia Serie A. Sayangnya, mereka mengalami kendala finansial yang menghambat konsistensi. Pada 2015, manajemen Parma tidak sanggup membayar para pemain dan staf. Situasi ini memaksa para pemain Parma harus mencuci baju dan sepatu mereka sendiri.
Kondisi tidak membaik, dan Parma dinyatakan bangkrut oleh otoritas sepak bola dan pengadilan Italia. Parma harus menata ulang klub dari awal dan memulai kompetisi dari kasta terendah di sepak bola Italia, yaitu Serie D. Dengan kerja keras dan manajemen yang baik, Parma perlahan bangkit dan kembali ke Serie A.
Napoli, klub raksasa yang pernah menguasai Liga Italia, juga pernah mengalami masa suram dengan kebangkrutan. Setelah era Diego Maradona, prestasi Napoli kian surut. Hal ini tidak lepas dari strategi transfer yang kerap melepas pemain bintang untuk menutupi neraca keuangan klub yang terpuruk. Pada 2004, Napoli dinyatakan bangkrut setelah gagal membayar utang sebesar 70 juta euro.
Status bangkrut membuat Napoli gagal memenuhi syarat administrasi untuk bermain di Serie B musim 2004/2005. Namun, Napoli bangkit dari keterpurukan sejak diambil alih oleh pengusaha TV Italia, Aurelio De Laurentiis. Di bawah kepemimpinan De Laurentiis, Napoli kembali menjadi kekuatan yang diperhitungkan di Liga Italia.
Fiorentina, klub Italia lainnya, juga pernah jatuh ke dalam kebangkrutan. Pada 2002, La Viola memiliki utang sebesar 70 juta euro yang gagal dibayar. Hal ini membuat Fiorentina harus bermain di Serie B dan mengubah nama menjadi Florentia Viola. Setahun berselang, mereka kembali menggunakan nama Fiorentina.
Keterpurukan Fiorentina berakhir setelah klub diambil alih oleh keluarga Della Valle. Sang pemilik anyar membawa Fiorentina kembali ke kasta tertinggi Liga Italia, yaitu Serie A. Bahkan, mereka sempat tampil di Liga Champions dan lolos hingga perempat final musim 2007/2008.
Terbaru adalah Girondins Bordeaux, klub legendaris Prancis yang menyatakan diri bangkrut pada 2024, beberapa hari setelah terdegradasi ke divisi tiga sepak bola Prancis. Pernyataan bangkrut diungkapkan pihak Bordeaux melalui media sosial pada Jumat (26/7) dini hari WIB.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
