
(FILES) In this file photo taken on March 4, 2021, Tottenham Hotspur
JawaPos.com – Slot finalis kompetisi antarklub Eropa musim ini telah terisi.
Setelah Liverpool FC dan Real Madrid di Liga Champions, Eintracht Frankfurt versus Rangers FC mengisi tempat di Liga Europa serta AS Roma kontra Feyenoord Rotterdam di Liga Konferensi Europa.
Eintracht dan Rangers bakal berebut juara di Estadio Ramon Sanchez Pizjuan, Sevilla, pada 19 Mei nanti. Disusul AS Roma dan Feyenoord di Arena Kombetare, Tirana (Albania), sepekan berselang (26/5).
Lolosnya empat finalis tersebut menghadirkan statistik menarik. Yaitu, empat pelatih yang menjalani musim debut di klub masing-masing.
Mereka adalah Oliver Glasner (Eintracht), Giovanni van Bronckhorst (Rangers), Arne Slot (Feyenoord), maupun Jose Mourinho (AS Roma).
Menembus final ajang Eropa sekaligus menjadi capaian terbaik setelah hasil kurang menggembirakan di ajang domestik.
Mourinho, misalnya. Digadang-gadang membawa kejutan bersama Giallorossi di Serie A, Lorenzo Pellegrini dkk kehilangan kesempatan finis empat besar alias lolos ke Liga Champions.
Slot yang berusia paling muda (43 tahun) di antara keempatnya juga tidak bisa bersaing dengan AFC Ajax maupun PSV Eindhoven di Eredisivie.
Apalagi Glasner yang klub asuhannya jelas-jelas bukan kekuatan raksasa di Bundesliga. Setelah finis kelima musim lalu, Eintracht kini malah kesulitan masuk sepuluh besar.
Gio –sapaan akrab Giovanni van Bronckhorst– pun gagal mempertahankan kesuksesan Rangers bersama Steven Gerrard sebagai juara Scottish Premiership tanpa terkalahkan.
Musim ini The Gers tertinggal dari rival Derby Old Firm, Celtic FC. Meski begitu, Gio yang punya darah Maluku menyebut bisa meraih final sebagai pelatih memiliki sensasi tersendiri.
”Sebagai pemain, aku sudah merasakan tampil di final Liga Champions 2006 di Paris maupun final Piala Dunia 2010 di Afrika (Selatan, Red). Tetapi, raihan sekarang sungguh berbeda,” ujar pelatih berusia 47 tahun itu kepada Football Scotland.
Hal itu tentu berbeda dengan Mourinho yang kenyang pengalaman bermain dalam laga final.
Di ajang Eropa, pelatih 59 tahun asal Portugal itu sudah tampil masing-masing dua kali di Liga Champions (FC Porto 2004 dan Inter Milan 2010) serta Liga Europa/Piala UEFA (FC Porto 2003 dan Manchester United 2017).
MAURICE VAN STEEN/ANP/AFP
Jose Mourinho. (NEIL HALL / POOL / AFP)
Hebatnya, semua berhasil dimenanginya.
Karena itu, Mourinho berambisi menjaga statistik sempurnanya. Belum lagi euforia Giallorossi yang bisa kembali ke final ajang Eropa sejak final Liga Champions 1983–1984 ketika dikalahkan Liverpool FC.
”Ini (final Liga Konferensi Europa, Red) akan menjadi final Liga Champions bagi kami. Tim besar seperti AS Roma harus memiliki gelar di Eropa.''
''Aku bisa merasakan emosionalnya Romanisti,” beber Mourinho seperti dilansir Corriere dello Sport.
Seiring melakoni final Eropa pertama setelah lebih dari tiga dekade, AS Roma merayakannya bersama Romanisti dengan bagi-bagi tiket gratis laga final.
Bukan untuk semua Romanisti, melainkan hanya 166 tifosi. Angka tersebut diambil ketika Giallorossi tandang ke kandang FK Bodo/Glimt di Aspmyra Stadion pada matchday ketiga fase grup (22/10/2021).
Kala itu 166 Romanisti merasakan kekecewaan besar sekaligus malu lantaran tim kesayangannya kalah 1-6. Sampai-sampai semua pemain AS Roma menghampiri tribun stadion yang berisi 166 tifosi itu untuk meminta maaf.
Dilansir di laman resmi klub, 166 tifosi tersebut merupakan pemegang tiket musiman. Jadi, tidak sulit mengidentifikasi mereka.
”Kami dibantu Bodo/Glimt untuk mengidentifikasi para pemegang tiket. Jadi, nanti ada kode unik yang dikirim ke masing-masing penerima tiket tersebut per 7 Mei (hari ini, Red).''
''Setelah itu, akan ada link untuk aktivasi,” bunyi pernyataan resmi AS Roma seperti dilansir Football Italia.

Prediksi Skor Selandia Baru vs Mesir di Piala Dunia 2026: Mohamed Salah Jadi Tumpuan Libas All Whites
Kapolri Kenang Warisan Bung Karno, Tegaskan Semangat Pemimpin Bangsa Harus Terus Dijaga
Prediksi Skor Ekuador vs Curacao di Piala Dunia 2026: La Tri Wajib Menang demi Lolos ke Babak 32 Besar
Prediksi Skor Uruguay vs Tanjung Verde di Piala Dunia 2026: Kecerdikan Marcelo Bielsa Hadapi Blue Sharks
Prediksi Skor Jerman vs Pantai Gading di Piala Dunia 2026: Ujian Sesungguhnya Die Mannschaft di Grup E
Prediksi Skor Belgia vs Iran di Piala Dunia 2026: Kevin de Bruyne Jadi Pembeda Ladeni Perlawanan Team Melli
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Skor Spanyol vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: La Roja Wajib Menang Demi Lolos ke 32 Besar
Prediksi Susunan Pemain Timnas Jepang vs Tunisia: Hiroki Ito Sudah Kantongi Kekuatan Lawan!
Prediksi Susunan Pemain Timnas Ekuador vs Curacao: Alan Franco Sudah Lupakan Kekalahan di Laga Perdana
