
UEFA APES: Gestur Jorginho setelah Italia dikalahkan Makedonia Utara di Stadio Renzo Barbera, Palermo, kemarin (25/3).
JawaPos.com – ”Hasil malam ini (kemarin, Red) memberi tahu bahwa ada sesuatu di dalam sepak bola kami yang harus diubah. Salah satunya ego klub-klub kami.”
Begitu pernyataan Presiden FIGC (PSSI-nya Italia) Gabriele Gravina atas kegagalan timnas Italia lolos ke putaran final Piala Dunia 2022 di Qatar seperti dikutip La Gazzetta dello Sport.
Gravina berseberangan dengan pihak yang menganggap allenatore Italia Roberto Mancini harus bertanggung jawab atas kegagalan Gli Azzurri melangkah ke Piala Dunia untuk kali kedua beruntun (setelah edisi 2018 di Rusia).
Versi FIGC, klub-klub dari Serie A memberi andil kegagalan lantaran tidak mendukung peremajaan skuad Gli Azzurri. ”Bagi klub, timnas itu seperti gangguan,” kata Gravina.
”Kami pun bertanya-tanya pada diri sendiri, apakah pemain-pemain muda kami tidak boleh bermain lebih banyak di Serie A? Hanya 30 persen pemain Italia yang dipakai sepanjang musim semi,” keluh Gravina.
Musim ini praktis hanya bek kanan Giovanni Di Lorenzo yang bermain starter secara reguler sampai 30 laga di Serie A. Di Lorenzo adalah pemain SSC Napoli.
Disusul striker Empoli FC Andrea Pinamonti yang bermain 28 kali dengan 25 di antaranya sebagai starter. Ironisnya, keduanya tak masuk skuad Mancini saat ini. Khusus Di Lorenzo, dia adalah pilihan utama Mancini saat Italia memenangi Euro 2020 yang dihelat tahun lalu.
Gli Azzurri era Mancini juga minim pilihan pemain bagus di Serie A. Sampai-sampai Mancini memanggil dua pemain kelahiran Brasil, bek tengah Luiz Felipe dan striker Joao Pedro.
Itu pun hanya Pedro yang mencatat debut kemarin dan striker Cagliari Calcio itu baru masuk pada menit ke-90 menggantikan Domenico Berardi.
Persis dua menit sebelum wide attacker Makedonia Utara Aleksandar Trajkovski menaklukkan kiper Gianluigi Donnarumma di Stadio Renzo Barbera kemarin (25/3).
Kekalahan 0-1 oleh Makedonia Utara itu terjadi dalam semifinal path C kualifikasi putaran kedua Piala Dunia 2022 zona UEFA.
Berbeda dengan Gravina, Mancini tetap pasang badan atas kegagalan Italia lolos ke Qatar. ”Ini salahku,” ucap Mancio kepada DAZN.
”Aku rasa aku sudah punya para pemain bagus. Tetapi, begitulah sepak bola,” lanjut pelatih yang punya prestasi membawa Italia mencatat streak tidak terkalahkan terpanjang dalam sejarah mereka (37 laga) tersebut.
Sementara itu, tokoh sepak bola Italia berbeda pendapat atas kegagalan Gli Azzurri.
Mantan bek Italia kala memenangi Piala Dunia 1982 Giuseppe ”Beppe” Bergomi membenarkan bahwa negerinya kesulitan mencari pemain muda yang bagus di Serie A.
”Saya mendengar keluhan dari pelatih timnas Italia U-21 yang sampai mencari pemain ke Serie C,” ucapnya kepada Sky Sport Italia.
Arrigo Sacchi, pelatih legendaris Italia, memiliki opini lain. Menurut Sacchi, tidak semua klub Serie A egois terhadap perkembangan timnas. Contohnya, Atalanta BC.
Kebetulan, La Dea merupakan wakil Italia yang masih bertahan di ajang antarklub Eropa musim ini (lolos ke perempat final Liga Europa).
”Mereka (Atalanta BC) mampu merepresentasikan sepak bola Italia sesungguhnya. Berterima kasihlah kepada mereka,” tutur Sacchi kepada Calcio News 24.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
