Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 1 Juli 2023 | 02.45 WIB

Stop Gonta-ganti Pelatih untuk Jorji  

Gregoria Mariska Tunjung melaju ke final Malaysia Masters 2023. Dia melaju setelah mengalahkan wakil India, Pusarla V Shindu.

JAKARTA – Pebulu tangkis tunggal putri Gregoria Mariska Tunjung menjadi ujung tombak bagi tim Indonesia menuju Olimpiade Paris 2024. Saat ini, Jorji –sapaan karib Gregoria Mariska Tunjung– nangkring di posisi ke-8 dunia.

Itu adalah posisi terbaik Jorji sejauh ini.

Sukses merangsek ke delapan besar dunia tak lepas dari hasil positif yang diraih pemain binaan PB Mutiara Cardinal Bandung itu tahun ini.

Di antaranya berhasil menjuarai Spain Masters, runner-up Malaysia Masters, semifinalis Swiss Open, dan perempat final All England.

Mantan asisten pelatih tunggal putri Pelatnas PBSI Sarwendah Kusumawardhani senang melihat progres Jorji sepanjang tahun ini. Sebab, di tahun-tahun sebelumnya, Jorji kurang bisa memberikan penampilan terbaik.

Bahkan, penampilannya cenderung menurun hingga mengganggu psikis dan mental bertandingnya.

Sarwendah yang pernah menangani tunangan penyanyi Mikha Angelo itu di level junior saat pelatnas memiliki pandangan tersendiri terkait Jorji. Secara permainan dan lainnya, tidak ada masalah dari pemain kelahiran Wonogiri tersebut. Hanya, satu yang digarisbawahi adalah perihal sparring partner Jorji di pelatnas.

Ya, pemain kelahiran 11 Agustus 1999 itu tidak memiliki teman sparing yang secara usia dan level sama dengannya. Terlebih ketika kondisi pandemi Covid-19 yang mulai menerjang pada Maret 2020.

Selain itu, PP PBSI mencoret kompatriotnya, Fitriani, dari pelatnas pada Maret 2021 dan menyusul Ruselli Hartawan per Januari 2022.

Sedangkan pemain-pemain yang ada di pelatnas tunggal putri didominasi pemain muda seperti Putri Kusuma Wardani yang secara usia terpaut kurang lebih tiga tahun dari Jorji.

’’Jadi, Jorji itu kan tidak ada role model di pelatnas. Siapa yang mau dicontoh saat ini di pelatnas, kan tidak ada,’’ ujar Sarwendah kepada Jawa Pos.

Karena itu, dia berharap ke depan bisa menjadi evaluasi bagi PP PBSI dalam hal promosi-degradasi atlet. Kini, Sarwendah berharap, untuk Race to Olympic Paris 2024, Jorji bisa ditangani pelatih khusus.

Dalam beberapa tahun terakhir, Jorji kerap kali diarsiteki pelatih berbeda. Mulai Rionny Mainaky hingga Herli Djaenudin.

’’Harusnya tidak usah diganti lagi. Ya sudah. Olimpiade kan setahun lagi. Harus siapkan intens sekarang. Jadi, pelatihnya harus terus (yang sama) seperti pengalaman saya dulu,’’ tuturnya.

Editor: Candra Kurnia Harinanto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore