Gregoria Mariska Tunjung melaju ke final Malaysia Masters 2023. Dia melaju setelah mengalahkan wakil India, Pusarla V Shindu.
JAKARTA – Pebulu tangkis tunggal putri Gregoria Mariska Tunjung menjadi ujung tombak bagi tim Indonesia menuju Olimpiade Paris 2024. Saat ini, Jorji –sapaan karib Gregoria Mariska Tunjung– nangkring di posisi ke-8 dunia.
Itu adalah posisi terbaik Jorji sejauh ini.
Sukses merangsek ke delapan besar dunia tak lepas dari hasil positif yang diraih pemain binaan PB Mutiara Cardinal Bandung itu tahun ini.
Di antaranya berhasil menjuarai Spain Masters, runner-up Malaysia Masters, semifinalis Swiss Open, dan perempat final All England.
Mantan asisten pelatih tunggal putri Pelatnas PBSI Sarwendah Kusumawardhani senang melihat progres Jorji sepanjang tahun ini. Sebab, di tahun-tahun sebelumnya, Jorji kurang bisa memberikan penampilan terbaik.
Bahkan, penampilannya cenderung menurun hingga mengganggu psikis dan mental bertandingnya.
Sarwendah yang pernah menangani tunangan penyanyi Mikha Angelo itu di level junior saat pelatnas memiliki pandangan tersendiri terkait Jorji. Secara permainan dan lainnya, tidak ada masalah dari pemain kelahiran Wonogiri tersebut. Hanya, satu yang digarisbawahi adalah perihal sparring partner Jorji di pelatnas.
Ya, pemain kelahiran 11 Agustus 1999 itu tidak memiliki teman sparing yang secara usia dan level sama dengannya. Terlebih ketika kondisi pandemi Covid-19 yang mulai menerjang pada Maret 2020.
Selain itu, PP PBSI mencoret kompatriotnya, Fitriani, dari pelatnas pada Maret 2021 dan menyusul Ruselli Hartawan per Januari 2022.
Sedangkan pemain-pemain yang ada di pelatnas tunggal putri didominasi pemain muda seperti Putri Kusuma Wardani yang secara usia terpaut kurang lebih tiga tahun dari Jorji.
’’Jadi, Jorji itu kan tidak ada role model di pelatnas. Siapa yang mau dicontoh saat ini di pelatnas, kan tidak ada,’’ ujar Sarwendah kepada Jawa Pos.
Karena itu, dia berharap ke depan bisa menjadi evaluasi bagi PP PBSI dalam hal promosi-degradasi atlet. Kini, Sarwendah berharap, untuk Race to Olympic Paris 2024, Jorji bisa ditangani pelatih khusus.
Dalam beberapa tahun terakhir, Jorji kerap kali diarsiteki pelatih berbeda. Mulai Rionny Mainaky hingga Herli Djaenudin.
’’Harusnya tidak usah diganti lagi. Ya sudah. Olimpiade kan setahun lagi. Harus siapkan intens sekarang. Jadi, pelatihnya harus terus (yang sama) seperti pengalaman saya dulu,’’ tuturnya.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
