Pameran Warisan Jiwa di Ciputra Artpreneur, Jakarta. (Tazkia Royyan Hikmatiar)
JawaPos.com - Di tengah maraknya tren seni digital berbasis AI, sekelompok anak muda justru memilih kembali ke akar dengan memperkenalkan kekayaan seni lukis tradisional melalui pameran bertajuk Warisan Jiwa.
Bertempat di Ciputra Artpreneur, Jakarta, pameran itu menampilkan 110 karya lukis bernilai total sekitar Rp 2,5 miliar. Pameran itu sekaligus menjadi wadah bagi generasi muda untuk berkreasi sambil berbuat sosial.
Digagas Yayasan Cahaya Cita bersama Natalie Airlangga Hartarto, Warisan Jiwa bukan sekadar pameran, tetapi juga gerakan solidaritas dari generasi Z.
Hasil penjualan karya seni dalam acara ini sebagian besar akan disumbangkan untuk membangun klinik kesehatan gratis di Cengkareng, Tangerang. Hingga hari pembukaan, beberapa lukisan sudah terjual dengan nilai mencapai Rp 200 juta.
“Lewat pameran ini kami ingin memperkenalkan kembali budaya dan warisan Indonesia kepada anak muda tanpa campur tangan AI. Seni punya kekuatan untuk menyatukan berbagai latar belakang manusia,” ujar Natalie Airlangga Hartarto, pendiri Yayasan Cahaya Cita, Jumat (24/10).
Putri Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto ini menjelaskan, tidak ada batasan usia bagi para pelukis yang ingin berpartisipasi. Beberapa di antaranya bahkan masih berusia 15 tahun.
Menurut dia, keberagaman usia dan gaya lukisan menjadi cermin semangat inklusif yang ingin ditonjolkan Warisan Jiwa. Adapun hasil penjualan karya akan digunakan untuk membangun klinik dengan berbagai fasilitas seperti sunatan massal, operasi katarak, dan perawatan bibir sumbing.
"Kami ingin karya seni ini punya makna nyata tidak hanya indah dipandang, tapi juga menyembuhkan,” ujarnya.
Barindra Surjaudaja, pendiri Cahaya Cita lainnya, menegaskan bahwa gerakan ini juga menjadi ruang apresiasi bagi para seniman lokal. Banyak pelukis di Indonesia yang memiliki karya luar biasa namun belum mendapatkan ruang untuk dikenal publik. "Pameran seperti ini membantu mereka mendapat eksposur yang layak,” kata Bari.
Presiden Direktur Ciputra Artpreneur Rina Ciputra yang turut membuka acara tersebut menyambut positif semangat muda. Dia pun memperpanjang masa pameran hingga 28 Oktober 2025 agar lebih banyak pengunjung dapat menikmati karya yang dipajang.
“Saya terharu melihat anak muda membawa semangat sosial lewat seni. Inilah cita-cita ayah saya, almarhum Pak Ciputra agar tempat ini menjadi rumah bagi seniman Indonesia,” tutur Rina.
Dia berharap Warisan Jiwa menjadi inspirasi lahirnya lebih banyak gerakan seni yang membawa dampak sosial positif di masa depan.
Pameran Warisan Jiwa akan berlangsung hingga Selasa (28/10/2025) di Ciputra Artpreneur, Jakarta. Sebuah langkah nyata dari generasi Z yang memilih melestarikan jiwa seni manusia bukan menggantinya dengan algoritma.

Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
Prediksi Skor PSMS Medan vs Port FC Piala Presiden 2026: Debut Bruno Moreira Usai Tinggalkan Persebaya Surabaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Prediksi Susunan Pemain PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Port Lions Masih Terlalu Digdaya!
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
5 Bintang Sepak Bola yang Alami Kenaikan Nilai Pasar setelah Piala Dunia FIFA 2026
Prediksi PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Ujian Berat Ayam Kinantan Hadapi Sang Juara Bertahan
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
