Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 3 September 2026 | 00.08 WIB

Ironis, 40 Persen Gen Z Berharap Media Sosial Tak Pernah Ada Meski Terus Menggunakannya

Ilustrasi Gen Z yang aktif menggunakan media sosial di tengah paradoks keinginan untuk hidup tanpa platform digital. (Your Tango) - Image

Ilustrasi Gen Z yang aktif menggunakan media sosial di tengah paradoks keinginan untuk hidup tanpa platform digital. (Your Tango)

JawaPos.com — Generasi Z dikenal sebagai kelompok yang tumbuh bersama media sosial. Namun, sebuah survei justru mengungkap paradoks menarik: banyak anak muda yang aktif dan menghabiskan waktu berjam-jam di dunia digital berharap media sosial tidak pernah diciptakan.

Survei The Harris Poll terhadap 1.006 responden Gen Z berusia 18 hingga 27 tahun menemukan bahwa 40 persen responden berharap media sosial tidak pernah ada. Temuan ini mencerminkan hubungan yang semakin rumit antara generasi muda dan platform digital yang telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari mereka.

Bahkan, keinginan tersebut juga muncul terhadap platform tertentu. Sebanyak 50 persen responden berharap X tidak pernah diciptakan, disusul TikTok sebesar 47 persen dan Snapchat 43 persen.

Dilansir dari YourTango, Rabu (2/9/2026), hasil survei itu cukup mengejutkan karena Gen Z justru merupakan salah satu kelompok pengguna paling aktif di berbagai platform media sosial. Data Pew Research Center juga menunjukkan bahwa generasi ini menjadi pengguna terbesar untuk sejumlah platform tersebut.

Kontradiksi itu terlihat dari waktu yang mereka habiskan di dunia digital. The Harris Poll mencatat sekitar 47 persen pengguna media sosial dewasa dari Gen Z menggunakan media sosial selama dua hingga empat jam setiap hari. 

Sementara itu, data Statista menunjukkan 38 persen Gen Z menghabiskan lebih dari empat jam sehari di media sosial, jauh lebih tinggi dibandingkan 18 persen kelompok dewasa lainnya.

Salah satu penjelasan atas paradoks tersebut mungkin terlihat dari cara Gen Z memandang media sosial. Ketika diminta menyebutkan kata yang mereka kaitkan dengan media sosial, 82 persen responden memilih kata “addicting” atau membuat kecanduan.

Pandangan itu selaras dengan keinginan untuk mengurangi penggunaan. Sebanyak 32 persen responden ingin lebih jarang menggunakan media sosial, sedangkan 83 persen mengaku pernah mengambil langkah untuk membatasi penggunaannya. Upaya tersebut dilakukan dengan berbagai cara, mulai dari menghapus aplikasi hingga berhenti mengikuti akun tertentu.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore