Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 20 Mei 2018 | 23.54 WIB

Tak Hanya Diwarnai Kericuhan, PSM Kontra Borneo FC Juga Banjir Kartu

Insiden kericuhan yang terjadi usai pertandingan antara PSM Makassar kontra Borneo FC, di Stadion Mattoangin, Sabtu (19/5) malam WIB - Image

Insiden kericuhan yang terjadi usai pertandingan antara PSM Makassar kontra Borneo FC, di Stadion Mattoangin, Sabtu (19/5) malam WIB

JawaPos.com - Pertandingan antara tuan rumah PSM Makassar menjamu Borneo FC di Stadion Andi Mattalatta, Sabtu (19/5) malam WIB berlangsung alot. Kekalahan yang dialami Borneo FC dengan skor 0-1 berbuntut kericuhan yang melibatkan pemain tim tamu dengan perangkat pertandingan, terutama wasit.


Kerasnya permainan sepanjang laga, khususnya saat memasuki babak kedua, membuktikan kedua tim ingin meraih kemenangan. Alhasil hujan kartu kuning terjadi. Kartu kuning pertama diberikan wasit Handri Kristanto terhadap pemain tim tamu Wahyudi Setiawan pada menit ke-8 karena melanggar Wiljan Pluim.


Kemudian, Sultan Samma pada menit ke-45 mendapat kartu kuning karena melanggar Marc Klok. Memasuki babak kedua, giliran pemain PSM, Steven Paulle yang mendapat kartu kuning tepatnya pada menit ke-62 karena menjatuhkan sesama pemain Prancis, Julieb Faubert. Tak lama berselang, tepat pada menit ke-65, Hasyim Kipuw mendapat kartu kuning karena menjatuhkan Srdan Lopicic. Disusul Asnawi Mangkualam yang menerima kartu kuning pada menit ke-67.


Memasuki paruh waktu babak kedua hingga jelang menit akhir, 4 pemain Borneo FC secara beruntun mendapatkan kartu kuning. Pada menit 88 kiper Nadeo Arga Winata, kemudian Ahmad Maulana pada menit 89, Leonard Tupahamahu menit 90, dan menyusul Titus Bonai pada menit 90+3. Total 9 kartu kuning dikeluarkan wasit dalam laga tersebut.


Guy Junior menjadi penentu kemenangan PSM lewat tendangan bebas pada menit akhir. Usai pertandingan, situasi langsung ricuh. Pantauan JawaPos.com di lokasi, wasit Handri Kristanto usai laga dan asisten wasit Subhan dan Moch Fadhil langsung diamankan oleh aparat kepolisian.


Striker Pesut Etam, Titus Bonai, tiba-tiba lari dari pinggir ke tengah lapangan untuk menghampiri wasit. Aparat yang sigap, mencoba menghalangi Tibo yang meronta untuk mendekati wasit. Tak lama berselang, setelah wasit diamankan untuk masuk ke ruang ganti, sejumlah pemain Borneo FC geram dan berusaha mendekati wasit kembali.


Belum sampai di lorong masuk ruang ganti tepat di depan bench pemain, Marlon Da Silva, striker Borneo FC terlihat ikut meronta dan menghampiri wasit. Aparat keamanan, tim pengawas, dan pelaksana pertandingan serta sejumlah pemain Borneo FC terlihat saling dorong.


Marlon yang meronta terjatuh di pinggir lapangan setelah mencoba ditenangkan oleh aparat kepolisian. Wasit dan perangkat pertandingan kemudian segera diamankan masuk ke ruangan. Kondisi bisa tenang setelah aparat kepolisian terus mencoba menenangkan kondisi pemain Borneo FC yang tersulut emosi.


Belum diketahui jelas penyebap kemarahan para pemain Borneo FC hingga munculnya insiden tersebut. Pelatih Borneo FC, Dejan Antonic, enggan berkomentar banyak. "Tak ada komentar tentang itu (kericuhan). Yang jelas semua pemain kami sudah bermain bagus," beber Dejan Antonic dalam jumpa pers usai laga.


Eks juru racik Persib Bandung itu enggan terlalu banyak berkomentar terkait insiden tersebut. Pihak PT LIB, I Gede Subrata mengatakan akan mengambil sikap tegas terkait insiden memalukan itu. "Kami akan laporkan semuanya ke pusat karena pertandingan PSM kontra Borneo FC ditayangkan secara langsung di televisi," singkatnya saat ditemui JawaPos.com.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore