
Tiga menteri ketika memantau pergerakan arus mudik pada Idul Fitri 2017 lalu.
JawaPos.com - Meski arus mudik masih satu setengah bulan lagi, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah melakukan prakiraan cuaca. Hasilnya selama arus mudik diperkirakan sedang terjadi cuaca kemarau.
Humas BMKG Hary T. Djatmiko menuturkan, diperkirakan pada saat musim arus mudik dan balik Lebaran tahun ini cuaca musim kemarau. Hal itu terjadi di sebagaian besar wilayah, khususnya di Jawa dan Sumatera. Tapi, kondisi kemarau tersebut tidak sekering pada 2015 dan tidak sebasah 2016.
"Boleh dikatakan kemarau normal. Dimungkinkan ada hujan. Tapi, hujannya bukan seperti di masa transisi (pancaroba, Red) atau bukan di musim penghujan," ujar Hary kemarin (5/5).
Meski begitu, tidak berarti potensi bencana hidrometeorologi sama sekali tidak ada. Hary menyatakan, potensi tetap ada karena wilayah Indonesia yang begitu luas. Maka, masyarakat tetap harus berhati-hati bila melewati daerah-daerah yang berbukit dan rawan longsor. "Kadarnya tidak sebanyak di musim penghujan sama musim transisi," tambah dia.
Khususnya untuk wilayah yang berada di sebelah utara garis khatulistiwa yang diperkirakan menuju musim hujan. Berbeda dengan kawasan di sebelah selatan garis khatulistiwa. "Nanti akan kita update secara berkala. Bahkan hingga tiga hari menjelang mudik," imbuh dia.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, pada saat arus mudik dan balik, BMKG terus menyiagakan petugas di seluruh kantor mereka yang tersebar di berbagai provinsi. Juga, petugas di bandara. "Masyarakat juga bisa mengakses lewat aplikasi BMKG yang informasi cuacanya bisa menjangkau sampai level kecamatan," kata Hary.
Sementara itu, kondisi kendaraan yang prima adalah salah satu hal yang patut diperhatikan. Direktur Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) Sony Susmana mengungkapkan, untuk kendaraan roda empat, yang paling perlu diperhatikan adalah kondisi ban.
Menurut Sony, kendaraan akan menghadapi kondisi jalanan yang beragam sehingga tebal tipis dan tekanan ban harus dicek sebelum berangkat mudik. "Kasus paling banyak ditemui saat bepergian jauh adalah pecah ban, karena kondisi infrastruktur jalan dan iklim tidak bisa ditebak," ujar Sony saat dihubungi tadi malam (5/5).
Sony menambahkan, tak ada salahnya untuk menyempatkan waktu membawa kendaraan ke bengkel resmi untuk diperiksa secara menyeluruh. Apalagi bagi yang awam soal kendaraan bermotor. "Ada kemungkinan kerusakan kecil yang tak kasatmata, jadi hanya bisa ketahuan jika dicek di bengkel. Masalah kecil bisa memicu masalah lain yang merepotkan," tambah Sony.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Slovan Bratislava vs Celje di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027
Prediksi Skor Fenerbahce vs Lyon di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027, Tuan Rumah Dilarang Kalah!
Prediksi Skor Hapoel Beer Sheva vs Sabah FK di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027
Prediksi Skor Vietnam vs Malaysia Leg 2 Semifinal AFF 2026: The Golden Star Warriors Menuju Final!
Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Alaves: Momentum Tuan Rumah Bangkit!
Profil Putri Juficha, Miss Earth Indonesia 2025 yang Meninggal di Usia Muda
Prediksi Skor Atletico Madrid vs Malaga: Los Rojiblancos Menang Tipis?
Prediksi Skor Dinamo Zagreb vs Viking di Liga Champions: Skuad Modri Datang dengan Modal Bagus!
Prediksi Skor Celtic vs LASK Linz di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027, Potensi The Hoops Menang!
Ada Andik Vermansah Hingga Leo Lelis, 6 Mantan Pemain Persebaya Memperkuat Tim Promosi
