Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 3 Mei 2018 | 23.51 WIB

Tips Mudik Aman Dengan Kendaraan Ala Rifat Drive Labs

Memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan baik itu wajib sebelum melakukan perjalanan jauh. - Image

Memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan baik itu wajib sebelum melakukan perjalanan jauh.

JawaPos.com - Lebaran menjadi momen yang sangat dinanti Masyarakat  Indonesia, khususnya Umat Muslim. Tradisi mudik alias pulang kampung menjadi kegiatan yang unik dan tak terelakkan.


Sejak beberapa tahun silam mudik dengan kendaraan bermotor menjadi tren. Hingga saat inipun mudik dengan motor masih menjadi pilihan bagi banyak orang.


Andry Berlianto sekaligus instruktur senior dari Rifat Drive Labs (RDL) menyarankan agar pengemudi baik itu motor maupun mobil, melakukan persiapan sebaik mungkin sebelum melakukan perjalanan jauh.


"Sebenarnya secara persiapan untuk motor dan mobil itu sama saja. Hal yang wajib harus diperhatikan adalah kondisi si pengemudinya terlebih dahulu. Lalu jangan ada keraguan saat mengendarai motor ketika mudik," katanya saat ditemui JawaPos.com di Lapangan Rifat Driver Labs, Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Kamis (3/5).


"Hal itu karena perjalanan jauh harus konsentrasi. Pikirkan juga apakah saya kuat atau tidak mengendarai berpuluh-puluh jam atau beratus-ratus kilo," lanjutnya.


Saat melakukan perjalanan, kendaraan harus dalam keadaan sehat. Andry tidak menyarankan mudik mengendarai motor. "Terlebih lagi motor matik, motor itukan motor city bike. Biasa digunakan untuk perjalanan dalam kota bukan jarak jauh. Apabila tetap ingin menggunakan motor, sebaiknya menggunakan motor besar. Sebab motor besar didesain untuk perjalanan jauh," ungkap Andry.


Selain pilihan motor besar atau motor sport, hal yang wajib diperiksa adalah ban, transmisi, spion kanan dan kiri tidak ada perubahan dalam keadaan baik. Tidak disarankan terlalu ekstrim memodifikasi kendaraan.


"Begitu pula dengan mobil harus dicek dulu dua Minggu sebelumnya ke bengkel. Untuk memastikan mesin tidak bermasalah , ban kondisi baik, pokoknya semua harus sehat," tukas Andry.


Andry menyarankan agar para pemudik sebaiknya tidak membawa anak dan isteri mengendarai sepeda motor. "Apabila mudik dengan motor bersama istri tanya dulu istrinya. Apakah dia terbiasa naik motor jarak jauh atau tidak. Jika tidak lebih baik istri dan anak naik kendaraan umum seperti kereta ataupun bus. Karena kalau ada moda transportasi lain itu akan lebih baik dan lebih aman," katanya.


Teknis berkendara juga tak boleh dilalaikan. Saat berkendara, posisi tangan harus dalam keadaan rileks dan siku terbuka. Kaki juga dalam keadaan terbuka bila menggunakan motor matik dan rapat ke dalam tangki motor untuk motor besar atau sport.


"Jangan sampai tangan yang mengendarai motor itu didempetkan atau terlalu kaku. Terlebih lagi posisi duduk cukup menjauh dan rentangan kaki tidak kokoh. Sebab saat kecelakaan kita menjadi tidak siap dan tingkat kecelakaan menjadi tinggi," tutur dia.


Sementara itu, bagi pengendara mobil, posisi jempol harus berada dalam posisi di luar dan tidak menggenggam setir mobil. "Jadi jempol yang kanan dan kiri harus tegak juga tepat pada arah jarum jam angka tiga. Sedangkan untuk yang kiri searah dengan jarum jam angka sembilan. Kemudian saat naik motor atau mobil pandangan wajib melihat ke depan," ungkap Andry.

Editor: Teguh Jiwa Brata
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore