Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 16 April 2018 | 22.54 WIB

Korban Luka Kericuhan di Kanjuruhan Masih Sulit Mengingat Kejadian

Salah satu korban kericuhan Aremania, Leonardo Kreodonta Brisky Ayangputra yang tengah menjalani perawatan di RSUD Kanjuruhan Kepanjen. - Image

Salah satu korban kericuhan Aremania, Leonardo Kreodonta Brisky Ayangputra yang tengah menjalani perawatan di RSUD Kanjuruhan Kepanjen.

JawaPos.com - Tragedi kericuhan di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang pada laga Arema FC kontra Persib Bandung, Minggu (15/4) malam masih belum bisa dilupakan. Sejumlah korban dalam insiden tersebut hingga saat ini masih menjalani perawatan di beberapa Rumah Sakit.


Leonardo Kreodonta Brisky Ayangputra (16) menjadi salah satu korban yang masih menjalani perawatan di RSUD Kanjuruhan Kepanjen. Berdasarkan pantauan JawaPos.com, laki-laki yang biasa dipanggil Ardo itu mengalami luka di bagian dagu serta memar di beberapa bagian tubuhnya. Warga jalan Melati, Sekarpuro, Pakis, Kabupaten Malang ini mengaku belum sepenuhnya mengingat apa yang terjadi di dalam stadion.


Ketika ditanya, siswa kelas 10 ini juga masih terbata-bata untuk menjawab. Ardo hanya ingat saat itu dirinya bersama teman-temannya berada di tribun utara.


"Saya nggak ikut ke lapangan (saat kericuhan)," kata dia ketika ditemui JawaPos.com, Senin (16/4). "Saya di atas (tribun, red) terus."


Pada saat kejadian, dia bersama rombongan teman-temannya langsung turun dari tribun. Namun, dirinya tidak mengingat lagi kejadian setelah itu.


Ibunda Ardo, Lilik Yuda mengatakan, dirinya pertama kali mendapat kabar jika anaknya menjadi korban kericuhan dari sang suami. "Suami dapat telfon dari temannya Ardo, kemudian langsung ke stadion," jelasnya.


Kemudian dia pun langsung bergegas ke RSUD Kanjuruhan. Pertama kali melihat kondisi anaknya, Ardo dalam kondisi kejang-kejang dan tidak sadarkan diri.


"Dia kena gas air mata. Semalam belum sadar sepenuhnya, baru tadi pagi siuman," imbuh Lilik.


Lilik menuturkan, putranya tersebut pamit untuk menonton pertandingan Arema sekitar pukul 14.30 WIB. Saat itu, Ardo bersama teman-temannya berangkat dengan mengendarai sepeda motor. Mereka juga membawa bendera Arema. Namun kini dia mendapatkan anaknya berada di rumah sakit. Akibat kejadian tersebut Ardo mengalami beberapa luka di tubuhnya.


"Kemarin (sudah) CT scan, tidak ada pendarahan. Ada luka di dagu sobek dikit, tapi tidak ada jahitan. Kemudian memar di dada dan kaki," papar wanita 41 tahun itu. Menurutnya, luka-luka itu terjadi saat Ardo berusaha turun dari tribun.


Total biaya obat dan perawatan yang dikeluarkan pun tidak sedikit. Sudah mencapai hampir Rp 2 juta. Pihaknya pun berencana untuk memberikan laporan kepada Arema FC mengenai biaya perawatan. Pasalnya, manajemen Arema FC mengaku membuka posko khusus bagi korban kericuhan semalam.


"Rencananya akan laporan. Nanti (hari ini) atau nggak besok," tutupnya.


Sekadar info, Ardo hanya salah satu korban kericuhan di Kanjuruhan yang masih menjalani perawatan. Salah satunya di RS Wava Husada. Data terakhir menunjukkan total korban kericuhan pada Minggu (15/4) malam itu sudah mencapai 212 orang. 

Editor: Agus Dwi W
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore