Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 15 April 2018 | 02.37 WIB

AS dan Sekutu Rudal Syria, Menlu Retno Pantau Keselamatan WNI

Menlu Retno memantau kondisi dan keselamatan WNI di Syria dengan mengontak para dubes - Image

Menlu Retno memantau kondisi dan keselamatan WNI di Syria dengan mengontak para dubes

JawaPos.com - Menteri Luar Negeri Republik Indonesia (RI) Retno Marsudi mengomentari serangan Amerika Serikat (AS) dan sekutunya di Syria. Menurutnya, semua pihak sudah saatnya untuk menahan diri.


Menahan diri yang dimaksud Retno adalah agar tidak terjadi eskalasi yang lebih membahayakan. Ia juga mengatakan, Indonesia tetap di pihak yang menghormati hukum internasional.


"Saya menyampaikan posisi kita bahwa kita akan menyampaikan hukum internasional yang berlaku," katanya pada pembukaan aplikasi Safe Travel di Central Park pada Sabtu, (14/4).


"Kami juga prihatin dengan situasi yang terjadi, kami menghimbau semua pihak untuk menahan diri agar tidak terjadi eskalasi yang dapat membahayakan warga sipil," tambahnya.


Kemlu dan para duta besar sudah memantau situasi dan melakukan antisipasi. Hal ini dilakukan karena masih banyak Warga Negara Indonesia (WNI) yang masih berada di Syria.


"Tadi pagi saya sudah berkomunukasi dengan semua duta besar kita di Damaskus, di Timur Tengah, di Eropa, dan juga di Washington DC. Intinya, kita pantau situasi seperti apa, kita pantau keselamatan WNI," ujarnya.


Tadi pagi saya sudah berkomunikasi dengan semua dubes kita pertama denggan Dubes di Damaskus yang kedua adalah dubes di wilayah timteng, dan yang ketiga yang di wilayah Eropa. "Tentunya Dubes di Washington DC. Intinya, kita pantau situasi seperti apa, kita pantau keselamatan WNI."


Retno mengaku ia sudah membuat rencana-rencana dengan para dubes untuk menanggapi situasi terburuk sekalipun. Sejak pagi tadi Retno mengaku selalu berkomunikasi dengan para dubes.


"Sekali lagi saya tegaskan semua untuk menghormati hukum yang ada di PBB, jangan sampai warga sipil menjadi korban, apalagi perempuan dan anak-anak harus menjadi prioritas," kata Retno menegaskan.


Seperti diketahui sebelumnya, pada Sabtu (14/4), dini hari pasukan AS, Inggris, Prancis bersama-sama menghujani Syria dengan rudal. Syria digempur dari segala sisi.


Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore