Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 22 April 2026 | 05.45 WIB

Gencatan Senjata AS-Iran Berakhir 22 April, Trump Enggan Perpanjang, Dunia Menanti 4 Skenario Krusial

Seorang petugas polisi berjalan melewati papan iklan mengenai negosiasi Amerika Serikat dan Iran, di luar pusat fasilitasi media di Islamabad, Pakistan, Sabtu, 11 April 2026. (Anjum Naveed/AP) - Image

Seorang petugas polisi berjalan melewati papan iklan mengenai negosiasi Amerika Serikat dan Iran, di luar pusat fasilitasi media di Islamabad, Pakistan, Sabtu, 11 April 2026. (Anjum Naveed/AP)

JawaPos.com - Ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran memasuki fase penentuan. Gencatan senjata sementara yang berlangsung selama dua pekan dijadwalkan berakhir pada Rabu (22/4) esok tanpa kepastian apakah perundingan lanjutan akan terjadi atau justru konflik kembali memanas.

Gencatan senjata ini sebelumnya disepakati pada 8 April, menyusul lebih dari 40 hari konflik intens. Namun, upaya diplomasi yang berlangsung di Islamabad, Pakistan, belum menunjukkan hasil signifikan. Iran disebut enggan melanjutkan negosiasi di tengah tekanan militer dan ancaman dari Washington.

Di sisi lain, Amerika Serikat tetap optimistis pembicaraan bisa berlanjut. Meski begitu, sinyal keras justru datang dari Presiden AS, Donald Trump.

Trump: Tak Ada Waktu untuk Perpanjang Gencatan

Dalam wawancara dengan CNBC pada Selasa (21/5) Trump menegaskan tidak tertarik memperpanjang gencatan senjata jika belum ada kesepakatan konkret.
"Saya tidak mau melakukan itu. Kita tidak punya banyak waktu," kata Trump saat ditanya soal kemungkinan perpanjangan gencatan senjata.

Ia juga menyebut posisi negosiasi AS saat ini kuat dan yakin akan menghasilkan kesepakatan yang menguntungkan. Namun, di saat yang sama, Trump memperingatkan bahwa serangan militer bisa kembali dilancarkan jika Iran tidak segera menyepakati kesepakatan.

"Saya berharap akan melakukan pengeboman karena saya pikir itu adalah sikap yang lebih baik untuk diterima. Tapi kami siap untuk berangkat. Maksudku, militer sedang bersemangat untuk pergi," ujarnya, seperti dikutip dari Reuters.

Diplomasi Mandek, Iran Masih Ragu

Perundingan yang dimediasi di Islamabad dipimpin oleh Wakil Presiden AS JD Vance. Meski Washington menyatakan yakin Iran akan hadir, pejabat Teheran masih mempertimbangkan keikutsertaan mereka.
Iran menilai negosiasi berlangsung di bawah 'bayang-bayang ancaman', terutama akibat blokade laut AS dan pernyataan keras Trump.

Situasi ini membuat peluang tercapainya kesepakatan dalam waktu dekat semakin tipis.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore