
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres pada hari Sabtu, (14/4) menyerukan negara-negara yang menyerang Syria untuk menghentikan aksi militernya
JawaPos.com - Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres pada hari Sabtu, (14/4) menyerukan negara-negara yang menyerang Syria untuk menghentikan aksi militernya. Ini dilakukan guna menghindari tindakan dan ketegangan yang dapat meningkatkan situasi tegang di Syria usai Amerika Serikat (AS), Prancis, dan Inggris melakukan serangan ke Syria.
Guterres juga menunda perjalanan yang direncanakan ke Arab Saudi. Ini dilakukan untuk melihat akibat dari aksi militer di Syria yang baru saja terjadi.
"Saya mendesak semua negara anggota untuk menahan diri dalam keadaan berbahaya ini. Saya minta mereka menghindari tindakan yang dapat meningkatkan ketegangan dan memperburuk penderitaan rakyat Syria," kata Guterres dalam sebuah pernyataan.
Operasi militer yang dilakukan AS dan sekutunya merupakan pembalasan terhadap rezim Presiden Bashar Al Assad. Sebab ia dituding barat menggunakan senjata kimia berulang-ulang pada rakyatnya dan kelompok pemberontak Syria.
Serangan pasukan Assad terhadap warganya dengan menggunakan senjata kimia membuat barat berang. Ini menjadi alibi bagi mereka untuk menggempur Syria. Namun tetap saja warga sipil yang menjadi
korbannya.
"Setiap penggunaan senjata kimia adalah tindakan yang buruk. Penderitaan yang ditimbulkan akibat senjata kimia itu sangat mengerikan," kata Guterres.
Menurut Guterres, sangat penting bagi anggota PBB termasuk AS dan sekutunya untuk bertindak sesuai dengan piagam PBB dan hukum internasional. Ia mendesak Dewan Keamanan PBB untuk menyetujui pembentukan tim penyelidikan yang akan mengidentifikasi para pelaku kejahatan perang dengan menggunakan senjata kimia.
Rusia pekan ini memveto proposal AS untuk membentuk panel tersebut menyusul serangan senjata kimia yang diduga dilakukan di Kota Douma yang dikuasai pemberontak Syria. Serangan yang diduga menggunakan senjata kimia ini menewaskan lebih dari 40 orang.
Meskipun AS melalui perintah Presiden AS Donald Trump menggempur Syria, ini tak akan memicu Perang Dunia III. Serangan AS ini hanya akan meningkatkan ketegangan antara AS dan Rusia yang dipimpin Vladimir Putin.
Hal ini ditegaskan oleh Duta Besar Rusia untuk Indonesia Lyudmila Vorobieva yang berulang kali mengatakan, Rusia tidak mau Perang Dunia III. "Rusia pernah merasakan penderitaan akibat Perang Dunia II, makanya Rusia mencegah Perang Dunia III terjadi."
Ini menunjukkan kalau meski terjadi perseteruan antara AS dan Rusia mengenai posisi Syria, tak mungkin terjadi perang langsung antara AS dan Rusia yang menimbulkan Perang Dunia III.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
