
Wakapolri Komjen Syafruddin ketika bersama KSAD Jenderal Mulyono saat memegang senjarta laras panjang.
JawaPos.com - Peredaran miras oplosan yang sampai merenggut nyawa puluhan orang membuat Wakapolri Komjen Syafruddin geram. Dia menginstruksikan peredaran barang haram itu tuntas dalam satu bulan. Tidak ada toleransi atas peredahan minuman alkohol terlarang itu.
"Saya sudah perintahkan dalam video conference. Kita serius sekali harus zero. Saya punya target bulan ini selesai," tegasnya saat menggelar konferensi pers di Polres Metro Jakrta Selatan, Rabu (11/4).
Target itu mengingat pada pertengahan Mei sudah memasuki bulan Ramadan. Untuk itu umat muslim jangan terganggu menjalani ibadah puasanya akibat peredaran miras. Apalagi miras oplosan. "Bulan depan masuk Ramadan, tidak ada lagi miras yang beredar di masyarakat seluruh Indonesia," kata Syafruddin.
Agar target itu tercapai jenderal bintang itu meminta adanya investigasi secara menyeluruh oleh jajarannya. Mulai dari distributor, perizinan, mekanisme penjualan, bahkan sampai ke bahan metanol yang menjadi penyebab utama kematian para penenggak miras itu sendiri.
"Tapi kalau (penyelesaiannya) masalah doang tidak menyelesaikan (ke akaranya) nanti bulan depan ada lagi. Tapi (penyelesaiannya) pada sistemnya," tukas Syafruddin.
"Ini sebuah fenomena gila yang terjadi di tengah masyarakat di saat-saat Indonesia sedang prihatin menghadapi beragam masalah," tegas mantan Kapolda Kalsel itu.
Karena itu, dia meminta agar para pelaku yang terlibat disanksi tegas. Baik itu dalang, pembuat, hingga pengedar miras oplosan. "Kepada para pihak yang terlibat, tersangka dan sebagainya, baik yang sudah ditangani, ditahan, maupun yang masih berkeliaran di luar, berikan hukuman maksimal," pintanya.
Bahkan mantan Kepala Lemdikpol itu meminta seluruh jajaran untuk mengordinasikan hal ini kepada jaksa dan lembaga peradilan. "Untuk tidak main-main dengan masalah ini. Berikan hukuman yang maksimal, tidak ada toleransi," terangnya.
Diketahui sejauh ini sudah ada puluhan orang tewas usai menenggak miras oplosan. Di wilayah hukum Jakarta yakni Polda Metro Jaya, ada 31 orang, Jawa Barat total 51 orang, dan sebelumnya di Kalimantan Selatan, setidaknya tiga orang yang meregang nyawa.
Atas kejadian ini, Syafruddin lantas memerintahkan agar pihak-pihak yang terlibat dalam pembuatan dan penjualan, diberi sanksi seberat-beratnya. Menurutnya, tidak ada yang boleh diberikan toleransi atas fenomena yang "gila" ini.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Belgia vs Prancis di Liga Nations UEFA: Les Bleus Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Prediksi Susunan Pemain Prancis vs Belgia: Tanpa Mbappe, Zidane Hadapi Ujian Berat
Prediksi Skor Moldova vs Kepulauan Faroe: Landsliðið Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat
Prediksi Skor Georgia vs Ukraina di UEFA Nations League: Misi Berat Kvaratskhelia Cs di Kandang
Prediksi Skor Armenia vs Montenegro di Liga Nations UEFA: Hrabri Sokoli Bakal Sulitkan Tuan Rumah
Prediksi Skor Slovenia vs Makedonia Utara di Liga Nations UEFA: Fantje Kalahkan Tim Tamu
Prediksi Skor Turki vs Italia di Liga Nations UEFA: Kans Ay-Yıldızlılar Hentikan Perlawanan Azzurri
Prediksi Skor Skotlandia vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Kalahkan Tuan Rumah dengan Skor Telak
Prediksi Skor Armenia vs Montenegro di UEFA Nations League: Siapa Paling Kuat?

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022