Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 27 Maret 2018 | 03.55 WIB

Sebut Cak Imin Wapres, Politikus PKB: Malu lah, Saya Salah

Prosesi pelantikan tiga pimpinan MPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (26/3). - Image

Prosesi pelantikan tiga pimpinan MPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (26/3).

JawaPos.com - Pelantikan pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) diwarnai kejadian menarik.


Pasalnya, politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jazilul Fawaid sempat salah mengucap pelafalan doa dalam sidang paripurna pelantikan tiga tambahan pimpinan MPR RI itu.


Ketika melafazkan doa, Jazilul sempat salah menyebut bahwa sang ketua umumnya, Muhaimin Iskandar alias Cak Imin baru saja dilantik sebagai Wakil Presiden RI. Yang benar adalah Wakil Ketua MPR RI.


Jazilul mengaku kejadian itu murni bentuk ketidaksengajaan. Menurutnya kesalahan itu disebabkan karena terlalu sering menyebut Cak Imin sebagai cawapres.


"Karena keseringan ngomong soal wapres-wapres itu aja. Gak mungkin saya mempermainkan forum yang sedemikian mulia ya," kata Jazilul setelah rapat paripurna MPR di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (26/3).


Lebih lanjut, Jazilul menegaskan, dirinya merasa malu dengan kesalahan pengucapan yang menyebut Cak Imin dilantik sebagai wapres.


Dia juga sempat heran lantaran kesalahannya direspons positif koleganya di parlemen.


"Malu lah orang kita salah kan. Cuman kok sebagian teman-teman partai lain bilang ‘bagus pak bagus pak’, mana yang bagus, saya kan salah tadi," tuturnya.


"Kalau itu ada kesengajaan tentu saya bikin doanya lebih bagus dari itu. Makanya saya langsung buru-buru tutup dengan doa penutup tadi kan. Sampe nervous nanti bisa gemparkan," lanjut dia.


Sebagai informasi, Pimpinan MPR telah resmi bertambah menjadi delapan orang.


Itu setelah tiga orang Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar (Cak Imin), Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani, dan Wakil Sekretaris Jenderal PDIP Ahmad Basarah, dilantik menjadi wakil ketua MPR.


Sementara itu, Ketua MPR Zulkifli Hasan berharap ketiga pimpinan MPR baru bisa memperkuat sosialisasi Pancasila dan empat pilar kebangsaan kepada masyarakat.


"Saya percaya dengan Pancasila kita semakin kokoh karena ada prinsip keadilan, prinsip ketuhanan, dan memperkokoh persatuan," pungkasnya.

Editor: Imam Solehudin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore