Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 13 Maret 2018 | 02.17 WIB

Ketum PPP Ungkap 5 Syarat Figur Cawapres yang Pantas Dampingi Jokowi

Jokowi saat dalam pesawat bersama Ketum PPP Romahurmuziy - Image

Jokowi saat dalam pesawat bersama Ketum PPP Romahurmuziy

JawaPos.com - Kriteria siapa yang akan menjadi calon wakil presiden (cawapres) yang mendampingi Jokowi di Pilpre 2019 masih misteri. Teka-teka itu akan terjawab ketika Jokowi sudah mengumumkan siapa yang layak mendampingi dirinya. Hanya saja publik terus menerka-nerka misteri itu dari berbagai prespektif.


Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy menyebut, dari hasil analisanya ada lima syarat figur yang bakal lebih pas dipilih mantan Gubernur DKI Jakarta.


Menurut pria yang biasa disapa Romi itu, Jokowi butuh figur yang mampu mengawal narasi besar Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang dibangun atas nasionalisme dan agama. Hubungan agama dan kekuasaan berjalan seiring dan seimbang. Sejak Bung Karno-Bung Hatta, kepemimpinan nasional selalu merefleksikan dua hal tersebut.


Narasi besar ini juga berjalan di era reformasi. Seperti halnya Gus Dur-Megawati Soekarnoputri, Megawati Soekarnoputri-Hamzah Haz, Susilo Bambang Yudhoyono Jusuf Kalla (SBY-JK) dan Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK). "Itu menunjukkan bahwa dwi tunggal narasi ini tak terpisahkan," ungkap Romi di Jakarta, Senin (12/3).


Kedua, kata mantan Sekjen PPP itu, Jokowi membutuhkan figur agamais yang mampu mengurangi ujaran kebencian bernuansa SARA. "Sebab lawan-lawan politiknya masih selalu melabeli pak Jokowi dengan merk "anti Islam, pro komunis dan pro-Tiongkok," imbuhnya.


Lebih jauh anggota Komisi XI itu menyebut, figur seagamais apapun memang tidak akan serta-merta menghilangkan ujaran kebencian, tapi setidaknya kalau figurnya agamais, maka akan mengurangi serangan SARA. "Syaratnya satu, figur pendamping beliau (Jokowi) tersebut memang memiliki nuansa agamais yang asli dan kuat. Bukan figur non-agamais yang diagamaiskan," katanya.


Syarat yang tidak kalah penting lagi calon cawapres pendampingi mantan Wali Kota Solo itu yakni figur yang memahami generasi milenial. Hal itu mengingat 39 persen pemilih pada Pilpre 2019 berusia di bawah 40 tahun. Cawapres dari kalangan muda menjadi sangat diperlukan karena sosok itu mereka memiliki selera, gimmick dan gaya komunikasi yang berbeda dengan generasi baby boomers.


Kendati sudah mendapatkan syarat yang mampu menjaga narasi NKRI, agamais, dan pro generasi milineal, sosok calon orang nomor dua RI itu harus memiliki pengalaman dan kompetensi intelektual menghadapi disrupsi ekonomi dan transformasi digital. Sehingga, figur populis tapi tidak memiliki kapasitas, maka akan menjadi persoalan jika nantinya terpilih. Pasalnya pengalaman intelektual mengelola jabatan publik baik di eksekutif atau legislatif sangat diperlukan.


Romi menilai pada kontestasi pada Pilpre 2019 mendatang tidak tidak semata ditentukan dengan kondisi figur pasangan yang maju. Kapasitas mesin partai tidak kalah pentingnya. Walaupun pasangan calon itu memiliki eletabilitas tinggi, tapi pergerakan mesin partai begitu minim, potensi keterpilihan itu bisa saja berubah.


Bentuk analisis lainnya dari Romi tentang pasangan kepala negara yang merangkap sebagai kepala pemerintahan yakni, chemistry. Karakter cawapres itu harus bisa irama kerja Jokowi. "Nah, yang terakhir ini sudah soal nasib. Karena bisa diterima atau tidak, adalah soal hati. Betapapun dia memenuhi kriteria, kalau Pak Jokowi enggak sehati, bagaimana bisa mendampingi? maka saya sebut, dalam pandangan PPP, ada 5 syarat dan 1 hati," tandasnya.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore