Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 23 Januari 2018 | 23.33 WIB

Kiat Garuda Tingkatkan Standar Keselamatan Penerbangan, Nih Langkahnya

Ilustrasi pesawat Garuda Indonesia - Image

Ilustrasi pesawat Garuda Indonesia

JawaPos.com - PT Garuda Indonesia (Persero) terus memperbaiki standar keamanan penerbangan sehingga angka keselamatan terus mengalami perbaikan dalam beberapa tahun terakhir. Ukuran keselamatan itu dilihat berdasarkan hitungan 1000 kali keberangkatan.


Direktur Operasional Garuda, Triyatno mengatakan, penilaian itu diberikan oleh Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO).


Dia menjelaskan, frekwensi penerbangan Garuda Indonesia setiap harinya mencapai 630 kali, baik untuk domestik maupun internasional. Penilaian ICAO sangat mendorong peningkatan kualitas dari masakapai itu sendiri.


"Secara kualifikasi kita cukup tinggi. Kita melakukan training sesuai dengan ICAO. Ukuran safety berdasarkan per 1000 departure. Nah dari situ diharapkan tidak terjadi insiden," ujarnya di Jakarta, Selasa (23/1).


Berdasarkan data Garuda, sejak tahun 2015 rating tren insiden BUMN penerbangan itu tercatat sebesar 0,29 persen dari batas toleransi sebesar 0,72 persen. Kemudian pada 2016 tercatat sebesar 0,329 persen dari batas toleransi sebesar 0,7 persen dan pada 2017 tercatat sebesar 0,329 persen dari batas toleransi insiden sebesar 0,7 persen.


"Capaian sampai saat ini selalu di bawah batas toleransi. Artinya kita setengahnya," tuturnya.


Atas dasar itu, Triyatno menegaskan jika pihaknya selalu mengedepankan keselamatan penumpang dari setiap pelayanan penerbangannya. Hal itu dilakukan guna menyetarakan standar keselamatan bertaraf internasional.


"Kita sangat hati hati dan Prudent dalam penerbangan kita. Dari 200 ribu hanya terjadi insiden, bukan accident yang berlebihan. Lalu hal lain saya kira standard kita sebagai maskapai nasional selaku mensetarakan dengan rekan-rekan airline regional seperti Singapore Airlines, Thailand Airlines dan lainnya," jelas dia.


"Safety adalah jualan kita. Kalau sampai terganggu itu akan bermasalah buat kita. Karena dunia internasional memperhatikan safety," pungkasnya. 

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore