Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 8 September 2026 | 03.05 WIB

Bukan Sekadar Debu, Ini Alasan Abu Vulkanik Bisa Paksa Bandara Ditutup

Pemasangan Selubung Mesin Pesawat Sejumlah kru darat melakukan pemasangan selubung di mesin pesawat di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Minggu (06/09/2026). Pemasangan selubung pada mesin pesawat dilakukan menyusul dampak sebaran abu vulkanik erupsi gunung Anak Krakatau. (Hanung Hambara/ Jawa Pos) - Image

Pemasangan Selubung Mesin Pesawat Sejumlah kru darat melakukan pemasangan selubung di mesin pesawat di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Minggu (06/09/2026). Pemasangan selubung pada mesin pesawat dilakukan menyusul dampak sebaran abu vulkanik erupsi gunung Anak Krakatau. (Hanung Hambara/ Jawa Pos)

JawaPos.com - Erupsi Gunung Anak Krakatau melepaskan abu vulkanik yang menjadi alasan serius bagi bandara untuk ditutup sementara.

Sebab, partikel halusnya dapat terbawa angin hingga masuk ke jalur penerbangan, sulit terlihat maupun terdeteksi, serta berisiko mengganggu kinerja mesin pesawat.

Keputusan menutup bandara ketika abu vulkanik menyebar bukan semata-mata untuk menghindari gangguan perjalanan penumpang.

Di balik keputusan tersebut ada pertimbangan keselamatan penerbangan, terutama karena abu vulkanik memiliki karakter berbeda dari debu biasa.

Partikel abu yang sangat kecil dapat terbawa angin jauh dari sumber letusan. Kondisi ini membuat abu tidak selalu berada di sekitar gunung api, tetapi berpotensi memasuki jalur penerbangan yang dilalui pesawat.

Abu Vulkanik Bisa Menyebar Jauh dari Gunung Api

Salah satu persoalan utama adalah ukuran partikelnya. Abu vulkanik terdiri atas material sangat halus yang dapat terbawa angin ke wilayah yang cukup jauh dari gunung api.

Artinya, pesawat tidak harus terbang tepat di atas gunung yang sedang erupsi untuk menghadapi ancaman abu vulkanik.

Arah dan kecepatan angin dapat membawa material tersebut ke kawasan lain, termasuk mendekati atau memasuki jalur penerbangan.

Inilah yang membuat aktivitas gunung api perlu terus dipantau ketika terjadi erupsi atau peningkatan aktivitas.

Mengapa Abu Vulkanik Berbahaya bagi Pesawat?

Bahaya terbesar muncul ketika abu vulkanik hasil erupsi gunung api masuk ke mesin pesawat.

Editor: Bayu Putra
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore