Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 24 Desember 2017 | 21.27 WIB

Jelang 25 Desember, SelamatNatal Jadi Trending, Begini Doa Netizen

Trending topik di Twitter - Image

Trending topik di Twitter

JawaPos.com – Sehari menjelang perayaan natal 25 Desember 2017, warganet ramai-ramai menulis tanda pagar (tagar) Selamat Natal di media sosial (medsos). Tagar #SelamatNatal itu disertai dengan doa-doa harapan kedamaian itu menjadi trending topik di Twitter.


Umumnya doa-doa yang tuliskan di #SelamatNatal itu tentang pesan dan nilai-nilai perdamaian dan toleransi yang seakan mulai hilang di negeri pertiwi ini.


Akun @IwanAlbert menuliskan Merry Christmas Guys! Betapa indahnya suatu perbedaan, jika kita saling menghargai satu sama lain. "Selamat Natal" bagi semua rekan2 yg merayakannya. #SelamatNatal


Kemudian dari @hendrawarmanr yang menuliskan kicauan "Suka cita dalam kedamaian" adalah kalimat yg sdh jarang terdengar belakangan ini. Selamat Natal bagi yg merayakannya. #SelamatNatal


Ada juga yang mengunggah cuplikan video Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini yang telah dibagikan ulang sebanyak 325 kali. Isi dari video itu adalah mengenai pesan damai yang harus dijaga antar sesama umat beragama.


“Saya Tri Rismaharini atas nama pemerintah kota surabaya menyampaikan selamat Natal bagi yang merayakannya. Semoga Natal dapat membawa kebahagiaan dan kedamaian untuk bumi Nusantara tercinta ini,” ucap Risma dalam video berdurasi satu menit itu.


Mengucapkan selamat Natal bagi yang tidak merayakannya memang bukan suatu keharusan. Hal itu dilakukan semata-mata untuk menjaga nilai-nilai toleransi, kebersamaan, persaudaraan antar umat beragama di Negeri Indonesia tercinta ini.


Hal ini sejurus dengan pesan yang disampaikan dari Ketua umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) yakni KH Ma'ruf Amin. Dia menyerahkan kepada seluruh umat Islam untuk mengikuti keyakinan masing-masing, jika ingin menyampaikan ucapan natal. Sebab, sikap masyarakat terbelah dua mengenai hal itu.


"Karena itu saya mengatakan silakan saja mengikuti pendapat membolehkan (ucapan natal), mau mengikuti (pendapat) mengharamkan ucapan natal juga silakan," kata Ma'aruf, di kantor MUI Jalan Proklamasi, Jakarta, Jumat, (22/12) lalu.

Editor: Administrator
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore