
Melody ditemui usai handshake event album Believe, Sabtu (2/12)
JawaPos.com – Rencananya, single JKT48 ke-18 yang berjudul Dirimu Melody (Kimi wa Melody) resmi dirilis pada Desember ini. Video musik sudah selesai diproduksi dan Melody mengaku sangat gembira dengannya. Sembari menunggu semuanya dirilis, Melody berbagi cerita mengenai single baru yang liriknya menyebut namanya itu.
Usai handshake event JKt48 untuk album Believe, Sabtu (2/12), Melody yang juga General Manager Teater JKT48 kembali menceritakan single tersebut. Katanya, beberapa orang sempat bertanya kenapa video musiknya dibuat di Jogjakarta berbalut budaya Jawa. Padahal, Melody sendiri orang Sunda.
’’Ada pertanyaan seperti itu. Kenapa nggak di Jawa Barat saja. Sebenarnya culture mana saja yang penting Indonesia. Kebetulan dapatnya kesempatan di Jogjakarta,’’ ujarnya.
Lebih lanjut member kelahiran Bandung 24 Maret 1992 itu menjelaskan, proses pembuatan video musik sudah sesuai dengan apa yang diinginkan. Sebab, pengambilan gambar di rumah joglo berusia lebih dari 150 tahun itu benar-benar mendapatkan suasana Indonesianya. Apalagi, para member mengenakan kostum perpaduan kebaya dan batik.
’’Indonesia banget. Benar-benar senang. Terharu juga,’’ imbuh Melody. Dia mengaku telah mengucapkan terima kasih ke semua yang terlibat dalam video musik terakhirnya bersama JKT48. Sebab, banyak pengorbanan lantaran syuting dilakukan di hari kerja dan ada member yang sedang ujian.
Kakak dari member Tim J, Frieska Anastasia Laksani juga menceritakan soal kostum yang dikenakan para member. Melody menyebut dia punya peran terhadap konsepnya. Sebab, sudah lama dia ingin JKT48 punya kostum yang mewakili nuansa Indonesia.
’’Ada keinginan dari dulu, lantas manajemen bilang konsepnya seperti ini itu. Seperti yang kamu pengen, kan?,’’ kata Melody menirukan ucapan manajemen. Hal itu menambah girang Melody. Sebab, ini seperti momen yang tepat untuk merealisasikannya.
Apalagi, tidak lama bakal ada masuk ke 60 tahun persahabatan Indonesia – Jepang. Bercampurnya budaya idola Jepang, dan kostum yang mewakili Indonesia disebutnya seperti seni kontemporer antar kedua negara. ’’Belum pernah kostumnya seperti ini. Kebaya dicamput batik. Aku senang banget,’’ jelasnya.
Baca juga berita lain terkait kelulusan Melody:

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
