Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 29 November 2017 | 15.19 WIB

Didorong Masuk Golkar, Jokowi Bisa Tiru Soeharto

Presiden Joko Widodo. Semenjak berhembus kencang soal desakan pergantian Setya Novanto, muncul dorongan agar Jokowi masuk Beringin - Image

Presiden Joko Widodo. Semenjak berhembus kencang soal desakan pergantian Setya Novanto, muncul dorongan agar Jokowi masuk Beringin

JawaPos.com - Presiden Joko Widodo dalam sepekan ini terus dikait-kaitan Partai Golkar. Ya, semenjak desakan pencopotan Setya Novanto makin menguat, sejumlah figur diusulkan untuk menggantikannya. Mulai dari Airlangga Hartanto hingga Titiek Soeharto.


Yang menarik, muncul nama Jokowi. Jokowi dinilai tepat menggantikan posisi Novanto sekarang. Menurut Direktur Eksekutif Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (KedaiKOPI), Hendri Satrio, selama ini partai beringin memiliki kedekatan khusus dengan Jokowi.


"Jokowi masuk ke tubuh Golkar bukan hal yang mengagetkan buat saya. Karena selama ini nama Jokowi selalu disandingkan dengan Golkar di mana-mana," kata Hendri saat diwawancara Kantor Berita Politik RMOL (Jawa Pos Grup) di Fairmont Hotel, Senayan, Jakarta Selatan, Selasa (28/11).


Dia akui Golkar bakal ketiban untung kalau mengangkat Jokowi sebagai Ketum menggantikan Novanto. Tetapi, Hendri meningatkan agar Golkar tak melakukannya.


"Karena kalau dilakukan bisa jadi akan ada konflik berkepanjangan juga di Golkar. Karena belum pernah ada Presiden sebagai Ketua Umum Golkar," jelasnya.


Selain itu, dia merasa aneh jika Jokowi benar-benar mengambil peluang tersebut. Pasalnya, semasa awal pemerintahannya dulu, Jokowi pernah meminta menteri-menteri untuk tidak rangkap jabatan di partai.


"Makanya kalau Jokowi-nya mau (jadi Ketum Golkar), itu agak aneh juga buat Jokowi. Awalnya kan enggak boleh tuh rangkap jabatan," ujarnya.


Kalau Golkar tetap ingin menarik mantan Walikota Solo itu ke dalam kepengurusan, sebaiknya Jokowi hanya di posisi Ketua Dewan Pembina, layaknya Soeharto dulu.


"Makanya kan nanti kita lihat, kalaupun nanti Jokowi memutuskan masuk Golkar, maka salah satu yang paling mungkin adalah meniru jejaknya Soeharto. Di Golkar memungkinkan untuk itu. Karena Golkar ranah garis lurusnya adalah mendekati kekuasaan. Kalau di situ malah pasti diterima oleh Golkar, tapi bukan Ketua Umum," pungkas Hendri.

Editor: Administrator
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore