
Wakil Ketua Umum Partai Golkar Idrus Marham di Jakarta, Rabu (10/9). (Muhammad Ridwan/JawaPos.com)
JawaPos.com - Partai Golkar membela Presiden Prabowo Subianto terkait kondisi ekonomi Indonesia saat ini yang diyakini tidak mengulang krisis 1998.
Wakil Ketua Umum Partai Golkar Idrus Marham sangat meyakini ekonomi Indonesia tidak seperti krisis 1998. Menurut dia, pesimisme yang berkembang belakangan ini terlalu dipengaruhi pola pikir neoliberalisme yang menempatkan pasar bebas sebagai penentu utama arah ekonomi nasional.
“Ideologi Pancasila itu bukan liberalisme dan bukan sosialisme. Pancasila adalah ideologi Wasathiyah-jalan tengah. Di satu sisi mengakui hak-hak individual, tetapi di sisi lain juga mengakui hak komunitas dan kepentingan sosial masyarakat,” kata Idrus kepada wartawan, Minggu (24/5).
Idrus menilai kritik yang menyebut proyek strategis nasional sebagai proyek “prestise” lahir dari cara pandang ekonomi yang terlalu berorientasi pada keuntungan pasar jangka pendek.
Dia berpandangan banyak proyek strategis tidak akan disentuh pihak swasta karena membutuhkan investasi besar dengan masa pengembalian yang panjang. Oleh karena itu, negara harus hadir secara aktif melalui BUMN sebagai instrumen intervensi ekonomi untuk menjaga keseimbangan sosial.
“BUMN jangan dipandang sekadar entitas bisnis. BUMN adalah alat negara untuk menjaga stabilitas harga, mendistribusikan energi, menciptakan lapangan kerja, dan memastikan rakyat mendapat akses pembangunan secara merata,” ujarnya.
Mantan narapidana korupsi itu mengingatkan bahwa negara tidak boleh sepenuhnya menyerahkan nasib rakyat kepada mekanisme pasar bebas. Tanpa kontrol negara, ketimpangan ekonomi berpotensi semakin melebar.
Baca Juga:Tragedi Bantar Gebang Jadi Alarm, Golkar DKI Gercep Bagi-Bagi Drop Box Sampah di Kayu Manis
“Kalau semuanya dilepas ke pasar, maka yang kuat akan semakin menguasai. Negara harus hadir menjadi penyeimbang agar kesejahteraan tidak hanya dinikmati kelompok tertentu,” tutur mantan Sekjen Golkar era Setya Noanto itu.
Indonesia saat ini tidak sedang menuju jurang krisis, melainkan tengah membangun model ekonomi nasional yang lebih mandiri, berdaulat, dan berkeadilan sosial sesuai semangat Pancasila.

Prediksi Bursa Taruhan Prancis vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Bisa Paksa Les Blues Main Lebih dari 90 Menit
Sudah Terima Kompensasi Rp 5 Juta, Pengontrak di Surabaya Diberi Waktu 1 Bulan untuk Pindah
Prediksi Skor Prancis vs Maroko di Perempat Final Piala Dunia 2026: Deja Vu atau Pembuktian Singa Atlas
Artis Arie Nugroho dan Windy Wulandari Berduka Yogi Rahmat Meninggal Dunia
Prediksi Bursa Taruhan Spanyol vs Belgia di Piala Dunia 2026: La Roja Dijagokan Melaju ke Semifinal
10 Besar Penjualan Mobil Juni 2026: BYD Comeback jadi Merek Tiongkok Terlaris Kalahkan Jaecoo
Polisi Temukan Uang Rp60 Miliar di Cafe de Clan Jaksel, Diangkut Pakai 3 Mobil
Prediksi Susunan Pemain Norwegia vs Inggris di Piala Dunia 2026: Lomba Sihir Erling Haaland dan Harry Kane ke Semifinal!
Viral dr. Anggi Aprilyani Masuk Gereja, Tuai Tudingan Penistaan Agama
Gosip Perselingkuhan Lionel Messi Memanas, Sang Istri Tanggapi Rumor Skandal Suami dengan Jurnalis Argentina
