
SINKRONISASI: Rapat Badan Anggaran (Banggar) di ruang serbaguna DPRD DKI Jakarta, Senin (27/11).
JawaPos.com - Anggaran Sekretariat DPRD DKI Jakarta di dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) 2018 menarik perhatian. Jumlah RAPBD pos setwan itu mencapai Rp 346 miliar masih. Selain dana pengharum ruangan senilai Rp 347 juta, ada anggaran rehabilitasi kolam ikan dan air mancur DPRD. Angkanya mencapai Rp 620 juta.
Merasa dituduh sebagai pengusul anggaran itu, Ketua DPRD DKI Prasetio Edi Marsudi menempuh langkah aman. Dia meminta Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) agar nomenklatur segera dicoret dari RAPBD. Prasetio merasa tidak terlibat dalam penganggaran kolam ikan itu.
''Saya tidak pernah cawe-cawe (ikut-ikut) permasalahan anggaran kolam ikan. Tolong buat rekan-rekan dewan ditanyakan dulu kepada yang membuat anggaran dan saya minta kepada TAPD, itu tolong dicoret Rp 620 juta,'' ujar Prasetio dalam rapat Badan Anggaran (Banggar), Senin (27/11), di gedung DPRD DKI.
Dia mengaku tak pernah memerintahkan siapa pun untuk merenovasi kolam yang berada di depan gedung DPRD DKI Jakarta itu. Selama tiga tahun masa pemerintahannya, justru Pras merawat kolam itu dengan uangnya sendiri.
''Saya gak merasa memerintahkan untuk merenovasi. Cuma saya pernah bicara ini siapa? Pekerjaan siapa? Kok buat kolam isinya keramik. Selama tiga tahun saya di sini yang mengisi kolam itu, kolam nggak ada ikannya, saya yang ngisi, saya merawat tidak pakai duit sepeser pun APBD, yang kasih makan saya sendiri,'' tutur dia.
Menurut Politikus PDIP itu, kesalahpahaman disebabkan kurangnya koordinasi antara TPAD dengan pimpinan DPRD, terutama dirinya.
''Sekali lagi saya minta Ibu Tutty (Kepala BAPPEDA DKI Jakarta) ya, kalau ada yang mengusulkan, usulan itu coba koordinasi dengan saya pimpinan di sini. Saya jelaskan, di sini matahari satu Ketua DPRD, ya saya,'' tukasnya.
Usai pernyataan Pras yang sempat menegangkan suasana rapat Banggar, Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah lantas memerintahkan anggaran dicoret saat itu juga.
''Ini lagi online gak? Buka aja anggaran kolam. Langsung aja kami hapus tadi kan arahan Pak Ketua (Pras) begitu. Kolam berarti sudah selesai,'' tegas Saefullah.
Dengan demikian, jumlah RAPBD DKI 2018 terjadi pengurangan. Selain anggaran kolam ikan, TPAD diperintahkan untuk me-review kembali anggaran kunjungan kerja anggota dewan mencapai Rp 107,7 miliar.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
