Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 24 Oktober 2017 | 23.51 WIB

Produksi Turun, Industri Rokok Respons Negatif Kenaikan Tarif Cukai

Ilustrasi - Image

Ilustrasi

JawaPos.com - Kenaikan cukai rokok sebesar 10,04 persen tahun depan direspons negatif oleh kalangan industri rokok. Pasalnya, untuk mengejar target produksi rokok tahun 2017 ini saja masih cukup berat. Hingga saat ini produksi rokok baru mencapai 77 persen dari target 331,6 miliar batang.


Hal itu diungkapkan oleh Ketua Gabungan Perserikatan Pabrik Rokok Indonesia (GAPPRI) Ismanu Soemiran dalam konferensi pers di Mezza Cafe, Jakarta, Selasa (24/10).


"Kalau dari GAPPRI, pasar ini memang sedang tidak bersahabat. Produksinya baru 77 persen. Bila tahun 2016 itu (produksinya) mencapai 342 miliar batang. Tahun ini bisa sama saja sudah bagus. Kami tampaknya pesimis," tuturnya.


Pihaknya sudah memprediksi kenaikan cukai rokok jauh-jauh hari. Apalagi kenaikan cukai rokok hampir setiap tahun selalu dua digit.


Ismanu pihaknya juga memahami niatan baik pemerintah dalam rangka mendorong peningkatan kesehatan masyarakat. Meski demikian, dia mengingatkan pemerintah untuk lebih memperhatikan kondisi industri khususnya rokok yang saat ini yang sedang tak bergairah.


"Kalau kita terima soal 10,04 persen, kita melihat bahwa setiap tahun kita pasti membutuhkan kenaikan harga jual rokok. Itu pasti. Karena inflasi, pertumbuhan ekonomi dan faktor X. Tampaknya kami sudah bisa membaca, kenaikan ini tidak bisa satu digit. Ketika muncul 10,04 persen, responsnya bermacam-macam," jelas dia.


"Memang cukup sulit memperbincangkan (masalah rokok) ini," pungkasnya. 

Editor: Administrator
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore